KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Musim Kemarau Basah Picu Anjloknya Harga Tembakau di Kabupaten Semarang

Musim Kemarau Basah Picu Anjloknya Harga Tembakau di Kabupaten Semarang

Musim Kemarau Basah Picu Anjloknya Harga Tembakau di Kabupaten Semarang

Petani tembakau sedang memanen daun tembakau di sebuah lahan di Dusun Sokowolu, Getasan, Kabupaten Semarang, Rabu (27/8/2025). Foto: IST

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Petani tembakau di lereng Gunung Merbabu, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, mengeluhkan anjloknya harga jual tembakau pada musim panen tahun ini.

Sawal (53), petani asal Dusun Sokowolu, Desa Tajuk, menyebut harga tembakau basah turun dari Rp6.000 menjadi Rp4.000 per kilogram sejak akhir Juli lalu. Kondisi ini dipicu curah hujan tinggi pada musim kemarau basah kali ini yang menurunkan kualitas daun tembakau.

“Bingung dan sedih, karena panen pertama biasanya kualitas tembakau bagus. Tapi karena hujan terus, kadar nikotinnya turun sehingga harga juga jatuh,” kata Sawal, Rabu (26/8/2025).

Untuk menekan kerugian, para petani memilih menjual tembakau dalam kondisi kering dan rajang. Harga tembakau kering bisa mencapai Rp25 ribu hingga Rp75 ribu per bal, tergantung kualitas. Namun proses pengeringan memakan waktu lama.

Sawal mengungkapkan, sebagian besar warga Desa Tajuk menanam tembakau jenis Kenongo Ijo karena lebih stabil saat dijual kering. Ia juga menilai varietas Kemloko yang tengah diteliti Pemkab Semarang kurang cocok ditanam di wilayahnya karena bobotnya mudah menyusut.

Dengan kondisi harga yang terus menurun, petani berharap ada bantuan dari pemerintah, terutama pupuk dan benih sayuran untuk ditanam setelah musim tembakau.

“Bantuan pupuk saja sudah sangat berarti. Harapannya bisa dibagi rata, supaya semua petani merasakan,” ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, mengakui saat ini banyak petani masih kesulitan menjual hasil panennya. Pemkab bersama Dispertanikap berupaya menyalurkan bantuan pupuk, benih, hingga alsintan agar petani tetap bisa bertahan.

“Setelah panen tembakau, lahannya bisa ditanami sayuran. Harapannya harga sayur bisa menutup kerugian akibat jatuhnya harga tembakau,” kata Ngesti. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Hangus Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Ludes Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Semarang meminta rencana pengembangan panas bumi atau geotermal di kawasan Gedongsongo dan Sepakung dikaji ulang. Dalam audiensi dengan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (16/10/2026), PCNU menyoroti potensi dampak terhadap sumber mata air, pertanian, dan pariwisata serta mendorong studi banding ke daerah yang telah mengembangkan proyek serupa.
PCNU Kabupaten Semarang Minta Proyek Geotermal Dikaji Ulang, Ditengarai Ancam Pertanian dan Wisata
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
[pekok2]