KAWAN PEMANDU JALAN

Menakar Peluang dan Tantangan Kendaraan Roda Tiga di Indonesia

Kendaraan roda tiga seperti bajaj modern dan becak listrik dinilai berpotensi menjadi alternatif sepeda motor untuk mendukung konektivitas perkotaan, perdesaan, hingga kawasan kepulauan. Moda ini memiliki keunggulan dari sisi kapasitas angkut dan aksesibilitas, tetapi pengembangannya membutuhkan regulasi keselamatan, pengaturan jumlah armada, integrasi transportasi publik, serta dukungan ekosistem kendaraan listrik.

Menimbang Akhir Era Ganjil-Genap Jakarta

Kebijakan Ganjil-Genap di Jakarta yang telah berjalan sejak 2016 kembali dievaluasi karena dinilai belum menyelesaikan persoalan kemacetan secara menyeluruh. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Dinas Perhubungan mempertimbangkan penguatan transportasi publik, penerapan jalan berbayar elektronik atau ERP, serta tarif parkir sebagai bagian dari strategi pengendalian kendaraan pribadi.

Mengintegrasikan Angkutan Umum ke Kawasan Permukiman, Mendorong Revisi UU LLAJ dan Perkim

Keterjangkauan hunian di kawasan perkotaan tidak hanya ditentukan harga rumah, tetapi juga biaya mobilitas penghuninya. Integrasi perumahan dan transportasi umum diperlukan untuk mengatasi persoalan aksesibilitas, menekan beban biaya transportasi, serta mengurangi ketergantungan kendaraan pribadi. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui penguatan regulasi, penyediaan feeder, infrastruktur pendukung, subsidi, dan pemetaan berbasis data.

Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah

Trans Banyumas menjadi pionir pembenahan transportasi umum modern di Kabupaten Banyumas melalui skema Buy the Service (BTS) sejak 5 Desember 2021. Layanan ini menghubungkan permukiman, kawasan pendidikan, pusat kota, terminal, stasiun, dan destinasi wisata dengan dukungan subsidi operasional Kementerian Perhubungan hingga 30 Agustus 2026.

Menimbang Ulang Subsidi Transportasi: Saatnya Menggeser Fokus dari Motor ke Bus Listrik

Kebijakan insentif kendaraan listrik di Indonesia dinilai perlu lebih diarahkan untuk memperkuat transportasi umum, khususnya bus listrik. Saat subsidi motor listrik mencapai Rp3 triliun, layanan angkutan umum berbasis Buy The Service baru menjangkau 46 dari 552 pemerintah daerah. Penguatan bus listrik dinilai lebih efektif mengurangi kemacetan, emisi, kecelakaan, sekaligus memperluas akses mobilitas masyarakat.

Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Rencana pengembangan energi panas bumi di Gunung Ungaran dan Telomoyo, Jawa Tengah, dinilai perlu menyeimbangkan kebutuhan energi bersih dengan perlindungan lingkungan dan kepentingan masyarakat. Dosen Institut Islam Kuningan Dr. H. Dakhori mendorong penerapan prinsip keadilan, musyawarah, dan keberlanjutan untuk mencegah gangguan tata air, risiko geologi, serta konflik sosial.

Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah

Untuk menekan emisi yang mencapai 95,6 MtCO2e serta tingginya angka kecelakaan lalu lintas, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mentransformasi layanan Bus Trans Jateng yang terintegrasi . Dengan tarif umum hanya Rp 5.000 dan khusus Rp 1.000, layanan ini telah melayani 5,8 juta penumpang pada 2026 serta direncanakan menjangkau 24 rute hingga tahun 2045 untuk menggeser dominasi 21 juta kendaraan pribadi

Menimbang Motor Listrik Nasional, Antara Transisi Energi, Risiko Kemacetan, dan Keselamatan Jalan

Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Motor Listrik Nasional (Molinas) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026), sebagai upaya memperkuat industri, teknologi, dan ketahanan energi. Program ini dinilai berpotensi meningkatkan keselamatan serta memperluas akses kendaraan listrik, tetapi membutuhkan penguatan TKDN, insentif, ekosistem baterai, dan distribusi ke luar Jawa agar tidak memperparah kemacetan perkotaan.

Kontradiksi Pendidikan, Ketika Nilai Rapor Lebih Penting dari Karakter

Pendidikan Indonesia dinilai perlu memperkuat keseimbangan antara capaian akademik dan pembentukan karakter peserta didik sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045. Sistem pendidikan tidak cukup hanya mengukur keberhasilan melalui nilai, tetapi juga perlu menumbuhkan integritas, empati, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, serta akhlak. Penguatan kurikulum dan sistem pendidikan menjadi langkah penting untuk membentuk generasi yang cerdas sekaligus berkarakter.

Pendidikan Indonesia dinilai perlu memperkuat keseimbangan antara capaian akademik dan pembentukan karakter peserta didik sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045. Sistem pendidikan tidak cukup hanya mengukur keberhasilan melalui nilai, tetapi juga perlu menumbuhkan integritas, empati, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, serta akhlak. Penguatan kurikulum dan sistem pendidikan menjadi langkah penting untuk membentuk generasi yang cerdas sekaligus berkarakter.