KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Cegah Laka Satlantas Salatiga Larang Truk Masuk JLS Pagi Hari

Cegah Laka Satlantas Salatiga Larang Truk Masuk JLS Pagi Hari

Cegah Laka Satlantas Salatiga Larang Truk Masuk JLS Pagi Hari

Truk yang terlibat laka di JLS belum lama in

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Polres Salatiga melalui Satlantas melarang truk melintas di jalan lingkar selatan (JLS) pada pagi hari tepatnya pukul 06.00 – 08.00 WIB. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalulintas, khusus akibat rem tidak berfungsi pada kendaraan berat seperti truk.

Kasat Lantas Polres Salatiga AKP Henry Sulistyanta DS mengatakan, tingginya potensi kecelakaan di JLS, terutama yang melibatkan pengendara roda dua menjadi perhatian khusus. Jalur yang lurus dan jalan menurun serta banyak dilintasi kendaraan berat dinilai menjadi pemicu utama.

“Untuk mengurangi risiko, kami menerapkan pengaturan lalu lintas dengan melarang truk berat melintas JLS pada pukul 06.00 sampai 08.00 WIB. Truk bermuatan berat kami imbau berhenti dulu di kantong-kantong pemberhentian. Sebab jam itu saat aktivitas sekolah dan karyawan meningkat,” kata AKP Henry.

Ia mengatakan, Polres Salatiga telah menetapkan JLS sebagai jalur rawan kecelakaan lalulintas sejak lama. Selain JLS, sejumlah ruas jalan dari depan Satlantas hingga Blotongan, termasuk area ABC, Cebongan sampai Tegalrejo menjadi perhatian karena sering terjadi kecelakaan. “Jalurnya trek lurus, maka pengguna jalan kita imbau selalu berhati-hati,” ujarnya.

Guna menekan kecelakaan lalulintas, lanjut AKP Henry, Satlantas juga menggencarkan patroli di JLS. Ini untuk menertibkan pengendara kendaraan bermotor yang melanggar peraturan lalulintas, termasuk penertiban jalur penyelamat yang kerap disalahgunakan sebagai tempat parkir kendaraan.

“Kita selalu patroli di jalur lingkar, terutama jalur penyelamat yang sering dipakai parkir kendaraan,” ujarnya.

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang