URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemkot Salatiga bentuk tim pemantau untuk mengawasi perdagangan dan distribusi hewan kurban. Langkah ini dilakukan guna memastikan kondisi hewan kurban yang dijual peternak bebas penyakit mulut dan kuku (PMK).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Cegah Meluasnya PMK, Pemkot Salatiga Bentuk Tim Pengawas Distribusi Hewan

Cegah Meluasnya PMK, Pemkot Salatiga Bentuk Tim Pengawas Distribusi Hewan

Cegah Meluasnya PMK, Pemkot Salatiga Bentuk Tim Pengawas Distribusi Hewan

Pemkot Salatiga bentuk tim pemantau untuk mengawasi perdagangan dan distribusi hewan kurban. Langkah ini dilakukan guna memastikan kondisi hewan kurban yang dijual peternak bebas penyakit mulut dan kuku (PMK).

Pj Wali Kota Salatiga, Sinoeng Noegroho Rachmadi mengatakan, tim sudah bekerja sejak adanya kasus PMK. Sejauh ini, sudah ada puluhan hewan ternak di Salatiga yang terjangkit PMK.

“Kami sudah menerjunkan tim untuk memantau perdagangan dan lalu lintas hewan ternak. Menjelang hari Idul Adha nanti, pemeriksaan akan diintensifkan guna memastikan hewan kurban benar-benar dan sudah layak potong,” katanya, Jumat (10/6/2022).

Menurutnya, menjelang Idul Adha nanti, tim akan melakukan pemantauan ke tempat-tempat penampungan hewan kurban di setiap perkampungan warga.

“Kami berharap masyarakat juga ikut pro aktif dalam upaya pencegahan penyebaran PMK,” katanya.

Pj walikota saat diwawancarai Rasika

Sinoeng mengimbau kepada para takmir masjid atau panitia penyembelihan hewan kurban untuk melaporkan hewan yang akan disembelih ke Dinas Pangan dan Pertanian.

“Sapinya berapa dan sebagainya, nanti petugas akan datang memeriksa. Dengan demikian akan diketahui apakah hewan itu sehat atau tidak,” tutupnya

BACA JUGA :

Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved