URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

DIT Pakan Lakukan Kunjungan ke CV Cahaya Baru. Riyadi Berharap Muncul Kebijakan yang Lebih Baik

DIT Pakan Lakukan Kunjungan ke CV Cahaya Baru. Riyadi Berharap Muncul Kebijakan yang Lebih Baik

DIT Pakan Lakukan Kunjungan ke CV Cahaya Baru. Riyadi Berharap Muncul Kebijakan yang Lebih Baik

Ratusan anggota Tim Pengawas Mutu Pakan Dinas dan UPT Kementerian Pertanian, saat Kunjungan ke CV Cahaya Baru. Desa Kadirejo Pabelan
featured-img

RASIKAFM.COM | PABELAN - Ratusan pengawas mutu pakan perwakilan dari berbagai provinsi di Indonesia bersama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian belajar pengolahan pakan ternak di CV Cahaya Baru, Desa Kadirejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang Selasa (29/8/2023) sore.

Kepada rasikafm.com Direktur Pakan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian Nur Saptahidayat mengatakan kedatangannya berserta rombongan di Desa Kadirejo tersebut untuk belajar secara langsung di lapangan. Mulai dari pembibitan pakan ternak seperti jenis indigofera, pakchong, biograss, dan lain sebagainya.

“Kita pengen lihat di lapangan. Kondisinya seperti apa. Kita lihat di sini bibit juga sudah sertifikasi. Ini merupakan salah satu contoh yang bisa kita ambil,” terang Nur Saptahidayat Selasa (29/8/2023).

Selain belajar soal pembibitan tanaman atau rumput untuk pakan ternak, kata Nur, rombongan juga melihat proses pembuatan silase hijauan boiler (pakan ternak yang diawetkan dengan fermentasi).

“Ini bisa kita kembangkan dengan membuat silase dengan nutrisi yang lebih baik. Dengan diberikan kandungan yang lain, seperti molases, dedak, katul, dan seterusnya itu bisa meningkatkan kualitas dari pakan itu sendiri,” terang Nur.

Sementara itu, pengelola CV Cahaya Baru Riyadi berharap dengan kunjungan dari Direktur Pakan dari Kementan ini bisa muncul kebijakan terkait pakan ternak yang berkualitas.

“Karena itu, sangat berpengaruh kepada swasembada daging itu terwujud. Harapan kami pak Direktur bisa mengusulkan kepada direktur peternakan agar peternak bisa diberikan support,” terang Riyadi yang juga kades Kadirejo Pabelan ini.

Menurut Riyadi,rumput pakchong yang biasanya di lahan satu hektar mampu produksi hingga 120 ton, namun saat ini hanya kisaran 80 ton.

“Kalau untuk yang pakan silase, untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak, saat ini selain dari produksi lahan kita sendiri, kita juga mendatangkan bahan dari mitra kita,”katanya.

“Ya jadi harapan kami dengan kunjungan pak direktur pakan yang secara pribadi langsung ke sini bersama teman-temannya se Indonesia ini, walaupun perwakilan kami berharap nanti muncul kebijakan-kebijakan yang lebih baik lagi tentang pengembangan pakan ternak yang berkualitas,”harapnya.

Karena ini semua, lanjut Riyadi, tentunya akan sangat berpengaruh kepada swasembada daging. Maka untuk mewujudkan itu, khususnya di CV Cahaya Baru dapat mengusulkan kepada direktur peternakan dan mensupport pada kelompok kami.

– Riyadi dari CV Cahaya Baru. Saat diwawancarai Rasika
– Anggota TPM Kementerian Pertanian, saat melihat dari dekat proses pembuatan pakan ternak CV Cahaya Baru.

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan