RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Dua Kendaraan Terjaring Giat Rampcheck di Terminal Bawen, SIM Pengemudi Diketahui ‘Mati’

Dua Kendaraan Terjaring Giat Rampcheck di Terminal Bawen, SIM Pengemudi Diketahui ‘Mati’

Dua Kendaraan Terjaring Giat Rampcheck di Terminal Bawen, SIM Pengemudi Diketahui ‘Mati’

Petugas gabungan melaksanakan rampcheck bagi kendaraan yang masuk ke Terminal Tipe A Bawen, Rabu (6/3/2024). Foto: Humas Polres Semarang

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Jajaran Satlantas Polres Semarang melaksanakan inspeksi keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan (rampcheck) di Terrminal Tipe A Bawen, Kabupaten Semarang. Kegiatan itu merupakan bagian dari Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2024 yang berlangsung dari tanggal 4-17 Maret 2024.

Tak kurang dari 47 kendaraan umum yang memasuki Terminal Tipe A Bawen yang terdiri dari bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) diperiksa satu persatu dari kelengkapan administrasi hingga teknisnya. Tujuannya adalah untuk memastikan kondisi kendaraan laik jalan sebagai antisipasi terjadinya kecelakaan.

Dari pemeriksaan ini, petugas menemukan dua pelanggaran administrasi. Yakni SIM pengemudi diketahui telah habis masa berlakunya, sehingga oleh petugas diberikan sanksi tilang.

“(Rampcheck) ini merupakan arahan dari Dirlantas Polda Jateng. Kami bersama jajaran Dishub khususnya Kementrian Perhubungan Darat ingin memastikan angkutan umum laik jalan dari sisi administrasi maupun teknis,” ungkap Kaur Bin Ops (KBO) Satlantas Polres Semarang Iptu Zaenudin di sela kegiatan rampcheck di Terminal Tipe A Bawen, Rabu (6/3/2024) sore.

Ditambahkan Zaenudin, selama kegiatan berlangsung petutas tidak menemukan adanya pelanggaran teknis. “Kendaraan langsung ditempel sticker oleh pihak terminal Bawen yang menandakan laik jalan,” imbuhnya.

Sementara Wasatpel Terminal Tipe A Bawen Imron mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh jajaran Satlantas Polres Semarang ini. Pihaknya siap mendukung penuh karena bertujuan untuk keselamatan berkendara, khususnya kendaraan angkutan umum.

“Semoga bisa menekan angka fatalitas yang disebabkan oleh kondisi kendaraan,” harapnya.

Sebagai informasi, selain kegiatan rampcheck para pengemudi turut diperiksa kondisi badannya. Mereka diberikan multivitamin oleh pihak Dokkes Polres Semarang. (win)

BACA JUGA :

Tri Susena (43), warga Gayamsari, Kota Semarang, rutin datang ke Ungaran setiap Jumat untuk menerima bantuan dalam program Jumat Berkah. Kondisi ekonomi dan pekerjaan yang tidak menentu membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan. Pada Jumat (11/9/2026), sebanyak 400 paket sembako dari Alfamart dibagikan kepada masyarakat melalui program Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah
PMI Kabupaten Semarang menargetkan penggalangan Bulan Dana 2026 mencapai Rp1,75 miliar, naik sekitar Rp400 juta dari capaian tahun sebelumnya. Target tersebut ditetapkan di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Panitia akan menerapkan strategi kreatif agar penggalangan dana tidak membebani masyarakat, dengan melibatkan ASN, perusahaan, dan masyarakat umum.
Situasi Ekonomi Belum Stabil, PMI Kabupaten Semarang Kejar Target Bulan Dana Rp1,75 Miliar
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus penemuan jasad bayi perempuan di kebun kosong Dusun Kropoh, Desa Duren, Bandungan, Kamis (3/9/2026). Polisi menetapkan WAP (18) sebagai tersangka dan VA (17) sebagai pelaku anak. Bayi tersebut diduga hasil hubungan keduanya dan dikuburkan setelah lahir secara mandiri karena kehamilan disembunyikan.
Polisi Tetapkan Dua Sejoli sebagai Tersangka Pembuangan Bayi di Bandungan
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani