URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Antrean solar terjadi di sejumlah SPBU Pantura Jawa Tengah. Pertamina Patra Niaga di wilayah Jawa bagian tengah memastikan kondisi tersebut bukan kelangkaan. Pantura Jateng, jelang Nataru Desember 2025, antrean muncul akibat lonjakan permintaan logistik sebelum larangan truk berat, sementara stok dijaga 4–5 kali konsumsi harian.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Fenomena Antrean Solar di SPBU, Pertamina Tepis Isu Kelangkaan

Fenomena Antrean Solar di SPBU, Pertamina Tepis Isu Kelangkaan

Fenomena Antrean Solar di SPBU, Pertamina Tepis Isu Kelangkaan

Kendaraan angkutan barang mengantre solar di sebuah SPBU di Jalan Diponegoro Ungaran untuk ‘kejar target’ pengiriman sebelum pemberlakuan larangan melintas di jalan arteri, Kamis (18/12/2025) sore. Foto: win
Kendaraan angkutan barang mengantre solar di sebuah SPBU di Jalan Diponegoro Ungaran untuk ‘kejar target’ pengiriman sebelum pemberlakuan larangan melintas di jalan arteri, Kamis (18/12/2025) sore. Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), isu antrean solar di sejumlah SPBU, khususnya di wilayah Pantura Jawa Tengah, menjadi perhatian masyarakat dan pelaku usaha angkutan. Kondisi tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran akan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), terutama jenis solar, di tengah meningkatnya mobilitas logistik akhir tahun.

Menanggapi hal itu, Pertamina Patra Niaga memastikan stok solar di wilayah Jawa bagian tengah dalam kondisi aman dan mencukupi. Antrean yang terjadi disebut bukan disebabkan kelangkaan, melainkan lonjakan permintaan akibat faktor pembatasan operasional kendaraan berat yang segera diberlakukan.[custom-related-posts title=”Kabar terkait:” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Region Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menjelaskan bahwa secara stok, ketersediaan solar saat ini berada di angka sekitar 3 ribu kiloliter. Jumlah tersebut bersifat dinamis karena setiap hari terjadi proses distribusi keluar dan masuk.

“Kami menjaga stok solar di kisaran 4–5 kali lipat dari konsumsi harian. Dengan skema ini, secara stok kami pastikan tidak ada masalah,” ujarnya.

Menurut Taufiq, fenomena antrean solar saat ini terutama terjadi di wilayah Pantura, mulai dari Brebes hingga Pekalongan. Hal itu dipicu oleh peningkatan permintaan menjelang pemberlakuan larangan melintas bagi kendaraan berat pada Jumat–Sabtu, 19–20 Desember 2025.

“Perusahaan-perusahaan logistik menyadari akan adanya larangan melintas kendaraan berat. Akibatnya, mereka berlomba memenuhi stok di gudang masing-masing atau istilahnya kejar target, supaya saat larangan berlaku suplai mereka tetap aman,” jelasnya.

Ia menambahkan, setelah larangan melintas diterapkan, distribusi barang tetap dilakukan menggunakan kendaraan dengan dimensi lebih kecil. Kondisi inilah yang berdampak pada meningkatnya permintaan solar di SPBU dan memicu antrean.

Taufiq memprediksi, fenomena antrean tersebut akan mereda setelah kebijakan larangan melintas kendaraan berat resmi diberlakukan. Ia menegaskan bahwa antrean BBM tidak selalu identik dengan kelangkaan.

“Kalau dibilang kelangkaan, itu artinya stok di SPBU kosong. Ini justru sebaliknya, masyarakat dan pelaku usaha mengantre karena stoknya ada. Bahkan, antrean ini bisa dimaknai positif sebagai indikator ekonomi yang tumbuh,” tegasnya.

Untuk meminimalkan dampak antrean terhadap arus lalu lintas, Pertamina Patra Niaga juga telah berkoordinasi dengan kepolisian setempat. Pengaturan lalu lintas dilakukan agar antrean kendaraan di SPBU tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.

“Kalau antrean terlihat mengular itu wajar, karena dimensi kendaraan yang mengisi solar rata-rata besar dan panjang. Namun kami pastikan tetap ada pengaturan agar tidak menimbulkan kemacetan,” pungkas Taufiq. (win)

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan