KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Gandeng UNS, Pemkab Semarang Bakal Sulap Eceng Gondok jadi Briket dan Paving Block

Gandeng UNS, Pemkab Semarang Bakal Sulap Eceng Gondok jadi Briket dan Paving Block

Gandeng UNS, Pemkab Semarang Bakal Sulap Eceng Gondok jadi Briket dan Paving Block

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat menyerahkan bantuan alat pengolah eceng gondok di Bukit Cinta, Banyubiru, Senin (26/5/2025). Foto: Diskominfo Kab. Semarang

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, menyambut baik bantuan alat pengolahan eceng gondok menjadi bio briket dan paving block yang diserahkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Empat unit mesin telah disalurkan dan diharapkan mendukung pemanfaatan enceng gondok sebagai bahan bakar alternatif dan material bangunan yang ramah lingkungan.

Ditemui di Ungaran, Rabu (28/5/2025), Ngesti menyebut inovasi ini sangat bermanfaat mengingat eceng gondok tumbuh subur di Danau Rawa Pening.

“Kami berterima kasih atas bantuan mesin ini. Ini bisa membantu masyarakat mengolah enceng gondok menjadi produk bernilai ekonomi,” ujarnya.

Bantuan peralatan ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Fakultas Teknik Universitas Negeri Surakarta (UNS). Selain mesin bio briket, masyarakat juga menerima alat pembuat paving block berbahan dasar eceng gondok yang dicampur dengan pasir dan semen.

“Inisiatif seperti ini sangat positif karena bisa memberdayakan warga sekaligus menjaga lingkungan,” kata dia.

Ngesti berharap pelatihan yang akan diberikan dapat meningkatkan keterampilan warga dan mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM di sekitar Rawa Pening. Ia juga mendorong pembentukan sentra khusus pemasaran produk olahan enceng gondok.

Sementara Wakil Rektor UNS Bidang Perencanaan, Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Informasi, Prof. Irwan Trinugroho, menjelaskan briket yang dihasilkan merupakan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.

“Sedangkan paving block yang dibuat memiliki daya tahan yang cukup baik untuk digunakan sebagai material konstruksi,” paparnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

GIIAS Semarang 2026 menyiapkan tiga pilihan parkir bagi pengunjung di Gedung Muladi Dome UNDIP, area belakang SPBU UNDIP, dan sepanjang Jalan Banyu Putih Raya. Parkir utama menampung lebih dari 780 kendaraan, sementara area tambahan berkapasitas hingga 200 kendaraan. Pengunjung dari Jalan Banyu Putih Raya juga mendapat fasilitas shuttle bus gratis.
Ini Tempat Parkir GIIAS 2026 Semarang
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7 derajat Celsius dengan kelembapan 75 persen. Hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan bagian tengah dan sekitarnya, sementara risiko kebakaran hutan dan lahan tetap perlu diwaspadai.
06 Oktober 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Pegunungan Jawa Tengah
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
Toyota Land Cruiser LC 300 menjadi salah satu kendaraan yang menarik perhatian pengunjung GIIAS Semarang 2026 di Muladi Dome Universitas Diponegoro, Rabu (30/9/2026). SUV premium tersebut diperkenalkan kepada masyarakat Jawa Tengah dengan menawarkan perpaduan desain gagah, kabin mewah, performa kuat, serta kemampuan off-road.
Land Cruiser LC 300 Mencuri Perhatian di GIIAS Semarang 2026
[pekok2]