KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Gunung Merapi Gugurkan Abu, Wilayah Magelang dan Boyolali Terdampak

Gunung Merapi Gugurkan Abu, Wilayah Magelang dan Boyolali Terdampak

Gunung Merapi Gugurkan Abu, Wilayah Magelang dan Boyolali Terdampak

Hujan abu dari awan panas guguran (APG) Gunung Merapi terjadi pada Sabtu, 11 Maret 2023 pukul 12.12 WIB mempengaruhi sebagian wilayah Kabupaten Magelang dan Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Petugas Pos Pemantau Gunung Merapi, Babadan Yulianto, mengatakan bahwa beberapa daerah terdampak hujan abu, yakni Kecamatan Dukun, Sawangan, dan sebagian Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali.

Beberapa desa yang dilaporkan mengalami hujan abu adalah Paten, Keningar, Mangunsuko, Dukun, dan Sengi di wilayah Kabupaten Magelang, serta Tlogolele, Klakah, Jrakah, Wonolelo, dan Krogowanan di wilayah Boyolali.

Dilangsir dari antara, Yulianto menjelaskan bahwa ketebalan abu tidak terlalu tebal karena tersapu angin. Awan panas guguran ini disebabkan oleh longsornya kubah lava. Secara umum, hujan abu Gunung Merapi ini tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

Erupsi Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta juga menyebabkan hujan abu di dua desa di Kabupaten Boyolali, yakni Klakah dan Tlogolele di Kecamatan Selo.

Marwoto, kepala Desa Klakah Selo Boyolali, melaporkan bahwa erupsi Gunung Merapi terdengar dari Desa Klakah sekira pukul 12.15 WIB dan kemudian mengeluarkan asap tebal warna putih ke atas cukup tinggi.

Hujan abu dampak dari erupsi Gunung Merapi mulai turun di wilayah Desa Klakah terjadi sekitar pukul 12.40 WIB dan terbawa angin menuju ke wilayah Klakah.

Akan tetapi, kondisi Desa Klakah masih aman terkendali. Warga tetap waspada dan mengenakan masker untuk mengantisipasi abu vulkanik dampak erupsi.

Sementara itu, kepala Desa Tlogolele Selo,  Ngadi, melaporkan terjadi erupsi Merapi terdengar dari Desa Tlogolele sekitar pukul 12.15 WIB, dan sekitar 30 menit kemudian terjadi hujan abu cukup pekat. Warga juga sedang membagikan masker untuk antisipasi terjadi infeksi saluran pernafasan.

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Rima Kusuma, mengatakan bahwa pihaknya sedang menuju ke lokasi hujan abu untuk melihat kondisi perkembangan terkini dan telah membagikan masker untuk membantu warga dalam menghadapi abu vulkanik.

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Pemkab Semarang menyiapkan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga di 21 desa pada sembilan kecamatan yang terdampak kemarau panjang. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan langkah tersebut pada Senin (14/9/2026) dengan memprioritaskan survei geolistrik untuk mencari potensi sumber air tanah sebelum pengeboran dilakukan secara bertahap.
21 Desa Terdampak Kekeringan, Pemkab Semarang Siapkan Geolistrik untuk Pengeboran Sumber Air
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
[pekok2]