KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Ingin Tuntaskan Program Desa Wisata dan Air Bersih, Bagas kembali Maju di Pilkades Muncar

Ingin Tuntaskan Program Desa Wisata dan Air Bersih, Bagas kembali Maju di Pilkades Muncar

Ingin Tuntaskan Program Desa Wisata dan Air Bersih, Bagas kembali Maju di Pilkades Muncar

Calon kades Muncar 2026 - 2034 M. Khoirudin Bagas (Foto Arief Rasika)

RASIKAFM.COM | SUSUKAN – Keinginan melanjutkan program pembangunan yang belum terselesaikan menjadi salah satu alasan M. Khoirudin Bagas. AMD. RO., kembali mencalonkan diri dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Muncar 14 Desember 2026 mendatang. Ia mengaku masih memiliki sejumlah target yang ingin dituntaskan, mulai dari pengembangan desa wisata, penyediaan air bersih, hingga penguatan ketahanan pangan masyarakat.

Kepada rasikafm.com Bagas mengatakan, keputusannya untuk kembali maju bukan karena merasa telah berhasil menyelesaikan seluruh persoalan desa. Sebaliknya, ia menilai masih ada sejumlah program yang membutuhkan keberlanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.

Ia mengibaratkan program pembangunan desa seperti membangun rumah yang belum selesai dikerjakan. Menurutnya, meninggalkan tanggung jawab ketika sejumlah program masih berjalan akan membuat target yang telah direncanakan tidak tuntas.

“Bukan karena kami merasa bisa, apalagi merasa sempurna, tetapi kami merasa punya visi-visi dan target yang belum terselesaikan. Ibarat membuat rumah, saya yang membuat, tetapi rumah itu belum jadi,” ujar Bagas, Selasa (20.10.2026)

Salah satu program yang ingin dilanjutkannya adalah pengembangan Desa Wisata Budaya. Bagas menilai program tersebut memiliki potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kebudayaan Jawa yang menurutnya mulai terkikis.

Ia berharap pengembangan desa wisata tidak hanya berorientasi pada sektor ekonomi, tetapi juga menjadi sarana untuk mempertahankan nilai-nilai budaya, adat istiadat, tata krama, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Menurut Bagas, pengembangan desa wisata di Desa Muncar telah berjalan dan memiliki pembagian potensi berdasarkan wilayah dusun. Ia menyebut terdapat enam dusun yang telah dipetakan berdasarkan potensi masing-masing, meliputi kuliner, kerajinan, budaya, religi, agro, dan homestay.

Selain pemetaan potensi, ia mengatakan pembinaan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga dilakukan melalui pertemuan rutin serta pendampingan.

“Kenapa kebudayaan? Karena kami memiliki kepekaan terhadap kebudayaan, khususnya budaya Jawa yang mulai terkikis. Menurut pandangan kami, ketika masyarakat sudah berbudaya, di situ ada pembelajaran tentang adat, unggah-ungguh, dan kerja sama,” jelasnya.

Penyediaan Air Bersih Menjadi Perhatian

Selain pengembangan desa wisata, penyediaan air bersih menjadi salah satu persoalan yang ingin dituntaskan Bagas apabila kembali mendapatkan kepercayaan masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa sebagian masyarakat Desa Muncar masih menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih. Sebagai salah satu upaya mengatasi persoalan tersebut, pembangunan embung telah dilakukan. Namun, menurutnya, air yang tersedia belum didistribusikan kepada masyarakat sehingga masih diperlukan langkah lanjutan.

Bagas juga menyebut adanya instalasi pengolahan air yang berdasarkan informasi yang diterimanya memiliki kapasitas pelayanan sekitar 800 kepala keluarga (KK). Ia berharap fasilitas tersebut dapat mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih warga.

“Masalah utama di desa kami adalah air bersih. Alhamdulillah, kami sudah membuat embung, tetapi airnya belum didistribusikan. Kami juga sudah menanyakan kemampuan instalasi pengolahan air, dan informasinya dapat melayani sekitar 800 KK,” ungkapnya.

Ia menilai penyelesaian persoalan air bersih perlu menjadi perhatian agar masyarakat dapat memperoleh akses terhadap kebutuhan dasar tersebut secara lebih memadai.

Dorong Ketahanan Pangan melalui Budidaya Ikan

Program lain yang menjadi perhatian Bagas adalah penguatan ketahanan pangan melalui budidaya ikan. Ia mengaku khawatir terhadap keberlanjutan sektor pertanian karena sebagian besar petani di wilayahnya telah berusia 50 tahun ke atas, sementara regenerasi petani muda dinilainya masih menjadi tantangan.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah desa mengembangkan alternatif kegiatan produktif yang dapat melibatkan masyarakat, salah satunya melalui budidaya ikan.

Bagas menyebut program tersebut telah dijalankan sejak 2023 dan dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sejumlah kolam budidaya telah disiapkan sebagai bagian dari upaya mengembangkan potensi ekonomi desa.

Ia berharap program tersebut dapat mendorong masyarakat memanfaatkan lahan yang sebelumnya belum produktif sekaligus membuka peluang usaha baru di bidang perikanan.

“Kalau melihat kondisi petani saat ini, rata-rata usianya sudah 50 tahun ke atas. Kami khawatir 20 sampai 30 tahun ke depan tidak ada yang melanjutkan pertanian. Karena itu, kami berupaya mengembangkan budidaya ikan yang kami nilai memiliki potensi,” katanya.

Bagas berharap proses Pilkades Muncar dapat berlangsung kondusif sehingga masyarakat tetap dapat menjaga kebersamaan di tengah perbedaan pilihan.

Bagas saat diwawancara Rasika

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengamankan seorang mantan marketing objek wisata Dusun Semilir berinisial OW (23), warga Kabupaten Purworejo, yang diduga menggelapkan dana perusahaan hingga Rp100 juta melalui pencairan cashback fiktif. Modusnya, pengunjung mandiri dicatat seolah-olah rombongan biro perjalanan agar memenuhi syarat pencairan cashback. Polisi masih mendalami aliran dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Manipulasi Data Pengunjung Wisata, Mantan Marketing Dusun Semilir Gelapkan Uang Perusahaan Ratusan Juta
IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Hangus Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Ludes Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Semarang meminta rencana pengembangan panas bumi atau geotermal di kawasan Gedongsongo dan Sepakung dikaji ulang. Dalam audiensi dengan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (16/10/2026), PCNU menyoroti potensi dampak terhadap sumber mata air, pertanian, dan pariwisata serta mendorong studi banding ke daerah yang telah mengembangkan proyek serupa.
PCNU Kabupaten Semarang Minta Proyek Geotermal Dikaji Ulang, Ditengarai Ancam Pertanian dan Wisata
[pekok2]