KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Kapolda Jateng Resmikan Polres Magelang menjadi Polresta Magelang

Kapolda Jateng Resmikan Polres Magelang menjadi Polresta Magelang

Kapolda Jateng Resmikan Polres Magelang menjadi Polresta Magelang

SEMARANG – Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi meresmikan naiknya tipe Polres Magelang menjadi Polresta Magelang. Peresmian tersebut dilaksanakan saat memimpin upacara pengukuhan kenaikan tipe di Mapolresta Magelang pada Selasa, (8/11/2022).

Kenaikan tipe Polresta Magelang menyusul dua Polres lain di Jawa Tengah yang sebelumnya telah dinaikkan tipenya, yaitu Polresta Pati, dan Cilacap. Dengan naiknya tipe tersebut, Kapolda berharap personil Polresta Magelang dapat lebih meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat.

“(Kenaikan tipe ini) Mengandung konsekuensi agar anggota Polresta Magelang meningkatkan tanggung jawab dalam melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, dan penegakan hukum. Serta lebih peka dalam menangkap aspirasi masyarakat,” ujar Luthfi dalam keterangannya.

Luthfi menambahkan, kenaikan tipe ini merupakan bentuk jawaban Polri dalam menangkap harapan masyarakat di wilayah Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Magelang. Menurutnya, Kabupaten Magelang merupakan daerah yang sudah seharusnya dinaikan tipenya karena terdapat sejumlah destinasi wisata strategis, salah satunya Candi Borobudur yang merupakan warisan Budaya.

“Pesan saya, jalin sinergitas TNI-Polri untuk tidak lepas dari kegiatan di lapangan, karena TNI-Polri merupakan dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Karena tanggung jawab harkamtibmas dan keamanan negara ada di TNI-Polri yang kita banggakan,” paparnya.

Sinergitas tersebut dinilainya sangat penting untuk menjaga kondusifitas harkamtibmas khususnya menjelang Pemilu 2024 mendatang.

“Saya mengucapkan selamat dan terimakasih kepada rekan-rekan sekalian serta jajaran Forkopimda yang telah mendukung pelaksanaan tugas di wilayah Magelang,” imbuhnya.

Kabar Terkini

POPULER

Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
[pekok2]