URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) kembali digelar di Kota Salatiga setelah beberapa tahun vakum. Event yang bertujuan mempertemukan atlet pelajar dari berbagai sekolah di Salatiga ini berlangsung di Stadion Kridanggo mulai Senin, 29 Januari hingga 2 Maret 2024.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Meriah!, Popda SD dan SMP Kembali Digelar di Salatiga

Meriah!, Popda SD dan SMP Kembali Digelar di Salatiga

Meriah!, Popda SD dan SMP Kembali Digelar di Salatiga

Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) kembali digelar di Kota Salatiga setelah beberapa tahun vakum. Event yang bertujuan mempertemukan atlet pelajar dari berbagai sekolah di Salatiga ini berlangsung di Stadion Kridanggo mulai Senin, 29 Januari hingga 2 Maret 2024.
Foto dok IST
Suasana pembukaan pekan olahraga pelajar daerah (POPDA) SD, SMP, dan SMA Kota Salatiga di Stadion Kridanggo Senin (29/1/2024). 
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Setelah sempat vakum beberapa tahun, Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) kembali digelar di Kota Salatiga. Event yang mempertemukan atlet pelajar dari berbagai sekolah di Salatiga itu digelar di Stadion Kridanggo mulai senin 29 Januari hingga 2 Maret 2024.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Salatiga, Muh Nasiruddin, mengatakan Popda digelar dengan misi mewujudkan prestasi olahraga di Salatiga. Ia pun tak menampik jika selama ini Popda tingkat pelajar SD dan SMP sudah lama vakum atau tidak digelar. Selama ini, pihaknya hanya melangsungkan Popda tingkat pelajar SMA.

“Alhamdulillah, kegiatan Popda tahun 2024 kembali diikuti pelajar mulai tingkat SD, SMP, hingga SMA. Di mana sudah beberapa tahun hanya dilaksanakan di tingkat SMA. Mudah-mudahan kedepan kita lebih jauh sampai tingkat mahasiswa, karena di Jateng muapun nasional sudah ada Pekan Olahraga Mahasiswa [POM],” ujar Nasiruddin di sela pembukaan Popda.

Diakuinya, secara khusus Popda bertujuan mengukur pembinaan prestasi olahraga pelajar di Salatiga. Selain itu, event ini juga bisa memotivasi dan pengembangan pelajar untuk mengikuti kompetisi di tingkat nasional maupun internasional.

Hal tersebut juga sesuai dengan harapan Pedrosa, salah satu siswa dari SMPN 3 Salatiga yang menargetkan juara satu dan dapat melenggang ke kancah yang lebih tinggi. Atlet pelajar cabang olahraga wushu dan karate ini sangat antusias mengikuti Popda kali ini.

“Kesiapan saya yaitu dengan latihan terus, semangat dan pantang menyerah. Latihannya itu setiap hari, pagi dan sore. Lawan saya pasti juga sudah ada persiapan, ada yang susah ada yang gampang juga pasti. Tetapi, jangan menyepelekan musuh sebelum bertemu. Target saya tahun ini juara satu di kota maupun provinsi dan bisa lanjut ke Popnas,” ujar Pedro.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Wali Kota Salatiga, Yasip Khasani, meminta kepada Kepala Disdik untuk mengusulkan anggaran kepada para atlet yang berprestasi. Harapannya dengan beasiswa itu dapat memberikan semangat dan motivasi bagi atlet untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.

“Nanti direncanakan dan dianggarkan, jadi misal nanti yang maju di tingkat provinsi itu dapat bantuan, baik itu bentuknya beasiswa atau sarana prasarana olahraga,” tandas Pj Wali Kota.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Smokyara di Jombor, Tuntang, Kabupaten Semarang, menawarkan kuliner bebek dengan teknik pengasapan hingga 15 jam tanpa direbus atau dipresto. Restoran milik Eko Setiawan ini juga menyajikan ayam dan ikan asap yang dimarinasi sebelum diasap menggunakan panas dan asap tidak langsung. Menu bebeknya kini diminati hingga 50 ekor per hari.
Pertama di Salatiga, Smokyara Hadir dengan Menu Bebek Asap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Sebanyak 95 lulusan LPK Serbaindo dilepas dalam Wisuda ke-14 di Hotel Laras Asri, Salatiga, Rabu (26/8/2026). Pada kesempatan itu, Serbaindo Group bersama Kemendes PDT meluncurkan program beasiswa pendidikan dan kerja ke Jepang yang menargetkan 45.000 peserta hingga 2030, khususnya untuk memenuhi kebutuhan tenaga caregiver.
Gelar Wisuda ke 14, Serbaindo Group Gandeng Kemendes PDT Buka Program 45.000 Beasiswa ke Jepang

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan