KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Munculnya PMK, Angka Penjualan Daging Sapi di Salatiga Turun

Munculnya PMK, Angka Penjualan Daging Sapi di Salatiga Turun

Munculnya PMK, Angka Penjualan Daging Sapi di Salatiga Turun

Munculnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang ditemukan di hewan sapi membuat penjualan daging sapi di Pasar Raya Salatiga menurun.

Kepada wartawan, Ruskanto, Pedagang daging sapi mengaku adanya penyakit PMK berpengaruh terhadap penjualan daging sapi.

“Sangat berpengaruh yang berakibat penjualan daging sapi menurun,” kata Nik Ruskanto.

Menurutnya ada langganannya yang sudah beberapa hari ini tidak membeli daging sapi

“adanya PMK sudah empat hari ini pedagang Bakso belum ambil lagi,” tambahnya.

Selain penjual Bakso, rumah padang juga tidak membeli,

“Ada juga beberapa langganan saya para pedagang bakso sapi yang tidak ambil lagi karena takut penyakit PMK,” ucapnya.

Diduga mereka khawatir tentang PMK yang menyerang sapi.

“Pembeli di sini takut untuk membeli daging sapi,” ujarnya.

Nik Ruskanto saat diwawancarai media

Sementara itu pantauan media, Untuk harga daging sapi di Pasar Raya Salatiga turun paska Lebaran 2022. Daging sapi saat Lebaran mencapai Rp. 150.000.

“Untuk sekarang harga sudah turun sampai sampai Rp. 120.000 per kilogram,” tambahnya.

Ia berharap agar penyakit PMK segera di atasi.

“Semoga cepat diatasi penyakit PMK ini, karena kalau tidak cepat diatasi akan semakin menurun penjualannya,” ungkapnya.

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang