URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Aliansi Salatiga Menggugat batal menggelar aksi demonstrasi, namun tetap menyampaikan tujuh aspirasi dalam audiensi dengan DPRD Kota Salatiga, Senin (1/9/2025). Koordinator Tri Aprivander Waruwu menyoroti isu nasional dan lokal, sementara DPRD yang dipimpin Dance Ishak Palit sepakat membentuk pansus terkait persoalan sampah dan Taman Wisata Religi.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pilih Audiensi, Perwakilan Mahasiswa Salatiga akhirnya Diterima oleh Ketua DPRD

Pilih Audiensi, Perwakilan Mahasiswa Salatiga akhirnya Diterima oleh Ketua DPRD

Pilih Audiensi, Perwakilan Mahasiswa Salatiga akhirnya Diterima oleh Ketua DPRD

Suasana perwakilan Aliansi Salatiga Menggugat saat beraudiensi dengan DPRD Kota Salatiga. (1/9/2025) sore. Foto dok IST
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Aliansi Salatiga Menggugat yang merupakan gabungan dari beberapa elemen mahasiswa di Kota Salatiga akhirnya batal menggelar aksi demonstrasi. Meski begitu, belasan perwakilan dari mahasiswa tersebut tetap menyampaikan aspirasinya dan diterima langsung oleh anggota DPRD Kota Salatiga.

Koordinator aksi Tri Aprivander Waruwu mengatakan, dalam audiensi yang diselenggarakan Senin (1/9/2025) sore itu, pihaknya membawa tujuh aspirasi kepada DPRD Kota Salatiga. Yakni mendesak agar adanya evaluasi terhadap kinerja dan reformasi DPR RI, Polri, dan evaluasi terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran beserta kabinetnya.

“Selain itu, kami juga mendesak DPR agar disahkannya RUU Perampasan Aset dan RUU Masyarakat Adat. Kami juga mendesak pembatalan RUU KUHP, karena masih banyak celahnya dan pelibatan masyarakat sipil masih sangat sedikit,” kata Aprivander.

Selain isu nasional, mahasiswa juga membawa isu lokal di Kota Salatiga. Yakni terkait dengan permasalahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngronggo dan pembangunan Taman Wisata Religi (TWR) yang mangkrak.

“Hasilnya isu lokal akan dibuat pansus dengan melibatkan Aliansi Salatiga menggugat. Dan kami juga menyepakati beberapa poin lainnya untuk bersurat ke DPR RI dan pihak terkait,” bebernya.

Terkait dengan aksi demonstrasi selanjutnya, kata Aprivander, pihaknya akan tetap berkonsolidasi. Pihaknya akan menunggu hasil pembentukan pansus dan menunggu respons dari DPR RI dan pihak terkait.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Salatiga Dance Ishak Palit mengatakan, sangat menerima baik aspirasi yang disampaikan oleh perwakilan aliansi mahasiswa. Pihaknya juga sepakat akan membuat pansus terkait persoalan sampah dan TWR.

“Sedangkan untuk lima poin lainnya, karena di luar kewenangan kami, kita akan berkirim surat kepada DPR RI dan pihak terkait,” tandas Dance.

BACA JUGA :

Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara