KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Ramp Check Bus Pariwisata di Salatiga untuk Antisipasi Kecelakaan

Ramp Check Bus Pariwisata di Salatiga untuk Antisipasi Kecelakaan

Ramp Check Bus Pariwisata di Salatiga untuk Antisipasi Kecelakaan

Menyusul kecelakaan maut di Subang, Jawa Barat, yang menewaskan belasan penumpang, Sat Lantas Polres Salatiga dan Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan pengecekan mendalam (ramp check) terhadap bus pariwisata di Kota Salatiga untuk mencegah kejadian serupa. Dipimpin oleh Kanit Kamsel Ipda Yulius Dimas Aditya, tim memeriksa bus dari PO Bus Safari, PO Bus Permata Adelia, dan PO Pesiar Transindo, fokus pada sistem rem, lampu, wiper, kedalaman alur ban, uji emisi, dan kelengkapan keselamatan seperti APAR dan segitiga penyelamat.
Foto Arief Rasika
Ipda Yulius saat memeriksa salah satu bus pariwisata

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Menyusul keprihatinan berbagai pihak atas kecelakaan lalu lintas di Subang, Jawa Barat, yang menewaskan belasan penumpang, tindakan preventif mulai dilakukan di berbagai daerah. Sat Lantas Polres Salatiga bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) melaksanakan pengecekan mendalam (ramp check) terhadap bus pariwisata di Kota Salatiga untuk mencegah kejadian serupa.

Dipimpin oleh Kanit Kamsel, Ipda Yulius Dimas Aditya, tim ini mendatangi beberapa perusahaan otobus (PO) seperti PO Bus Safari, PO Bus Permata Adelia, dan PO Pesiar Transindo. Pengecekan dilakukan terhadap belasan bus pariwisata dengan fokus pada sistem rem, lampu, wiper, kedalaman alur ban, uji emisi, dan kelengkapan keselamatan seperti alat pemadam api ringan (APAR), pemecah kaca, dan segitiga penyelamat.

“Kami bersama Dishub Salatiga hari ini melaksanakan pengecekan kendaraan berupa rem, lampu, wiper, kedalaman alur ban, uji emisi, dan kelengkapan keselamatan bus. Kegiatan ini kami lakukan untuk mengantisipasi kecelakaan lalu lintas. Jika terjadi kecelakaan, penumpang dapat berupaya secara mandiri menyelamatkan diri menggunakan alat-alat yang tersedia di dalam bus. Kami harapkan kru atau awak bus memberikan edukasi kepada penumpang sebelum keberangkatan tentang tata cara menyelamatkan diri dan tata letak alat-alat tersebut sehingga penumpang tidak panik jika terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujar Ipda Yulius.

Selain pemeriksaan teknis, tim juga memeriksa kelengkapan administrasi bus yang meliputi kartu pengawas, buku uji KIR, izin trayek, dan STNK.

“Secara umum tidak ditemukan adanya kerusakan, semuanya dalam kondisi bagus dan laik jalan. Izin kendaraan yang diperuntukkan sebagai bus pariwisata selama 15 tahun sesuai aturan Kemenhub juga masih berlaku. Kami ucapkan terima kasih kepada pemilik PO bus dan kru karena membuka diri untuk pemeriksaan ini, yang berarti mereka memprioritaskan keselamatan penumpang,” tambah Yulius.

Giyanto, 53 tahun, pemilik PO Bus Permata Adelia, sangat mengapresiasi pengecekan yanga dilakukan oleh Sat Lantas dan Dishub. “Untuk PO Bus Permata Adelia, kami selalu melakukan pengecekan secara berkala untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Kami juga bekerja sama dengan Polres Salatiga dan aktif berkoordinasi jika menemui hambatan. Keselamatan dan kenyamanan penumpang adalah prioritas kami,” ujarnya.

Kegiatan ramp check ini diharapkan dapat menjadi langkah preventif yang efektif untuk memastikan keselamatan penumpang dan mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya.

Ipda Yulius saat beri keterangan pers

Kabar Terkini

POPULER

Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
[pekok2]