URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Rombongan Bhikku (Bhante) asal Thailand sedang menjalani ritual jalan kaki (thudong) menuju Candi Borobudur. Mereka tiba di Kabupaten Semarang dan menarik perhatian warga serta pengguna jalan di Jalan Diponegoro, Ungaran. Rombongan telah melalui perjalanan yang lancar dan berencana mencapai Magelang pada tanggal 1 Juni 2023.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ritual Thudong Sampai di Kabupaten Semarang, Puluhan Bhante Disambut Hangat Warga

Ritual Thudong Sampai di Kabupaten Semarang, Puluhan Bhante Disambut Hangat Warga

Ritual Thudong Sampai di Kabupaten Semarang, Puluhan Bhante Disambut Hangat Warga

Antusiasme warga Kabupaten Semarang saat menyambut rombongan Bhante asal Thailand di sepanjang ruas Jalan Diponegoro, Ungaran, Senin (29/5/2023).

(Foto/win)

Antusiasme warga Kabupaten Semarang saat menyambut rombongan Bhante asal Thailand di sepanjang ruas Jalan Diponegoro, Ungaran, Senin (29/5/2023).
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN - Rombongan Bhikku (Bhante) asal Thailand yang sedang menjalani ritual jalan kaki (thudong) menuju Candi Borobudur, tiba di Kabupaten Semarang pada Senin (29/5/2023). Mereka yang terdiri dari 32 orang itu menjadi pusat perhatian warga dan juga pengguna jalan yang melintas di ruas Jalan Diponegoro, Ungaran.

Dari sekian warga, tak sedikit pula yang memanfaatkan momen tersebut untuk sekadar berswafoto dan membagikan sesuatu. Salah satunya adalah Jessica (32). Ia bersama dua orang anaknya tampak antusias membagikan makanan kepada para Bhante.

“Saya bagikan makanan vegetarian. Sekaligus mengajarkan anak-anak untuk berbagi,” ujarnya.

Sementara salah seorang warga Indonesia yang mengaku ikut mengawal rombongan Bhante dari Thailand, Prabu Diaz mengatakan ia berangkat bersama rombongan dari Nakkhon Si Thammarat, sebuah kota di selatan Thailand pada tanggal 23 Maret 2023.

“Alhamdulillah hari ini sampai di Ungaran. Perjalanan relatif lancar, tanpa hambatan. InsyaAllah tanggal 1 Juni 2023 besok sudah sampai di Magelang,” urainya.

Sebagai informasi, rombongan Bhante tersebut sebelumnya telah singgah dahulu di Vihara Buddha Jayanti Pudakpayung, Kota Semarang. Perjalanan dilanjutkan menuju Kelenteng Hok Tik Bio Ambarawa untuk mengikuti Upacara Namaskara. Rencananya mereka akan bermalam di sana, dan melanjutkan perjalanan keesokan harinya dan singgah dahulu di Gereja Santo Thomas Rasul, Jambu. (win)

BACA JUGA :

Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved