KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Salatiga Memang Beda! Pemkot Berencana Terapkan Jumat Tanpa Kendaraan

Salatiga Memang Beda! Pemkot Berencana Terapkan Jumat Tanpa Kendaraan

Salatiga Memang Beda! Pemkot Berencana Terapkan Jumat Tanpa Kendaraan

Wacana penerapan WFH bagi ASN sebagai upaya penghematan BBM dikaji Pemkot Salatiga di Salatiga, Rabu (1/4/2026). Pemerintah memilih alternatif Jumat tanpa kendaraan bermotor guna efisiensi energi, menjaga kinerja ASN, serta mendorong penggunaan transportasi umum dan gaya hidup sehat
Foto dok IST
Kantor wali kota Salatiga

RASIKAFM.COM | SALATIGA — Imbas adanya perang di Iran yang menyebabkan harga bahan bakar minyak (BBM) semakin naik, membuat pemerintah melakukan langkah penghematan energi. Salah satunya adalah menerapkan Work From Home (WFH) untuk aparatur sipil negara (ASN).

Namun menurut Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, pihaknya akan melakukan kajian lebih mendalam terkait kebijakan tersebut. Hal itu dilakukan untuk melihat efektivitas jika ASN bekerja dengan sistem WFH.

“Untuk tujuan efisiensi bahan bakar memang iya, tetapi harus dikaji apakah betul-betul efektif untuk kinerja. Karena saya khawatir WFH seperti ini dijadikan long weekend nantinya,” kata Robby.

Robby mengaku pihaknya setuju dengan adanya efisiensi BBM. Namun, langkah efisiensi yang dilakukan tidak harus dengan WFH, melainkan bisa dengan memberlakukan hari Jumat tanpa kendaraan bermotor.

“Yang dekat bisa jalan kaki atau bersepeda, yang agak jauh pergunakanlah transportasi umum. Sehingga dengan itu transportasi umum juga akan diberdayakan lebih baik,” terang Robby.

Jika hal tersebut dilakukan, lanjut Robby, tidak hanya melakukan efisiensi BBM, tetapi juga dapat membudayakan hidup sehat. Robby juga meminta masyarakat tidak panik dengan isu kenaikan BBM.

“Karena semua upaya-upaya pemerintah juga sudah ada langkah-langkah preventif untuk hal itu. Ini efisiensi untuk jaga-jaga supaya tidak ada pemborosan BBM. Tidak perlu paniklah, insyaallah tidak akan menimbulkan gejolak yang meresahkan,” jelasnya.

Diketahi sebelumnya melalui surat edaran (SE) MenPAN-RB dan Mendagri yang menyatakan bahwa WFH dilakukan satu hari dalam sepekan, yakni setiap Jumat.

Sementara itu Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, menyebut pihaknya masih mengacu pada kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) untuk melakukan kajian terlebih dahulu.

Saat ini sebagai langkah efisiensi BBM yang semakin melambung tinggi, Pemkot Salatiga mengimbau agar setiap Jumat tidak menggunakan kendaraan bermotor ke kantor, baik untuk ASN maupun pegawai swasta.

Sekda Salatiga, Muthoin, menambahkan saat ini pihaknya sedang menyiapkan Surat Edaran (SE) yang berisi gerakan Jumat tanpa kendaraan bermotor. Nantinya, SE tersebut akan disebarkan di seluruh instansi pemerintah, BUMD, hingga perusahaan swasta di Salatiga.

“Kami sedang menyiapkan SE (Surat Edaran) untuk Jumat tanpa kendaraan bermotor,” terang Muthoin.

Robby berikan keterangan media

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]