RASIKAFM.COM | SEMARANG – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Tengah kembali bersama Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (FH Unissula) Semarang dengan menggelar Sekolah Jurnalistik Angkatan XXVIII.
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring diikuti oleh 95 mahasiswa FH Unissula lintas jalur, mulai dari kelas reguler, karyawan eksekutif, hingga program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Hadir dalam pembukaan ini, Dekan FH Unissula Prof Dr Jawade Hafidz SH MH, Wakil Dekan I FH Unissula Dr Ida Musofiana SH MH,
Sementara dari pihak PWI Jateng, hadir Ketua PWI Jateng Setiawan Hendra Kelana, Ketua Dewan Kehormatan PWI Jateng sekaligus pemateri Amir Machmud NS, Wakil Ketua Bidang Pendidikan Alkomari, serta jajaran pemateri kompeten lainnya seperti R Widiyartono (Ketua Badan UKW PWI Jateng) dan praktisi hukum Budi Sutomo.
Ketua PWI Jateng, Setiawan Hendra Kelana, mengungkapkan, bertahannya kegiatan Sekolah Jurnalistik FH Unissula-PWI yang mampu bertahan sejak 2016 hingga 2026 atau satu dekade, membuktikan bahwa kegiatan ini punya nilai manfaat dan senantiasa dinantikan bersama.
Dia menyebut, agenda ini bisa dimaknai sebagai kolaborasi yang baik, konsisten, dan istikamah yang telah berhasil mencetak sarjana hukum yang jago dalam menerapkan pasal-pasal, tapi juga mampu menulis, mampu mengkomunikasikan hukum ke publik melalui tulisan-tulisan yang baik, dan dicerna secara mudah oleh masyarakat.
“Hukum jika disuarakan tanpa dipublikasi tentu akan berada di ruang sunyi. Sebaliknya, jurnalistik jika tidak dilandasi pemahaman hukum yang baik, tentu berpotensi menimbulkan kerawanan. Perpaduan antara hukum dan jurnalistik adalah sesuatu yang sangat ideal,” tegas pria yang akrab disapa Iwan tersebut.
Iwan menambahkan, di tengah pesatnya implementasi UU ITE, mahasiswa hukum harus hadir sebagai penjernih informasi (clarifier) di tengah masyarakat, bukan justru menjadi bagian dari penyebar kabar bohong (hoax).
Keahlian menerjemahkan bahasa hukum yang rumit menjadi tulisan ilmiah populer yang lugas dan mudah dicerna publik merupakan nilai tambah yang sangat berharga bagi lulusan FH Unissula saat kelak berkarier sebagai advokat, jaksa, hakim, maupun praktisi hukum.













