Sehari Jelang Puasa, Ratusan Orang Padati Umbul Muncul. Apa yang Mereka Lakukan?
Ratusan pengunjung memadati Wisata Sumber mata air sungai Muncul, Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang untuk mengikuti tradisi padusan.
Ratusan pengunjung memadati Wisata Sumber mata air sungai Muncul, Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang untuk mengikuti tradisi padusan.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno memimpin tabuhan beduk, didampingi oleh Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu. Tradisi ini telah lestari sejak 1881 dan menjadi warisan leluhur yang dilestarikan sebagai penanda datangnya Ramadan.
Prosesi Dugderan di Semarang pada tahun 2023 sangat meriah dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Acara dimulai dengan upacara dan dilanjutkan dengan kirab budaya. Ribuan masyarakat menyaksikan tradisi Dugderan di sepanjang Jalan Pemuda hingga alun-alun.
#UpdateLalin 21/03/2023 | 09.50 | Ada karnaval melewati Jl. Kaligawe Raya dari rekan-rekan civitas akademika Unissula Semarang pagi ini, terlihat arak-arakan dilakukan di jalur lambat. Kendaraan dialihkan ambil jalur cepat oleh petugas kepolisian, lalu lintas merayap arah Terboyo.
Patroli Penling dilaksanakan oleh Satuan Samapta Polres Salatiga di Pasar Raya Salatiga guna mencegah peredaran uang palsu menjelang Ramadhan. Kegiatan ini juga diikuti dengan penerangan keliling dan himbauan kamtibmas oleh Kasi Humas Polres Salatiga. Pedagang dan masyarakat di Pasar Raya Salatiga diimbau untuk waspada terhadap peredaran uang palsu dengan melakukan langkah 3 M (Melihat, Meraba, dan Menerawang) serta menggunakan alat pendeteksi uang.
Pagelaran prosesi Dugderan sebagai tradisi tahunan Kota Semarang untuk menyambut bulan suci Ramadan akan kembali digelar. Prosesi ini akan dilaksanakan selama dua hari, dimulai dari karnaval Dugder anak-anak SMP se-kota Semarang pada hari Senin, 20 Maret 2023 dan puncaknya pada hari Selasa, 21 Maret 2023 dengan kegiatan kirab budaya prosesi Dugder.
Kemeriahan pawai akhir tahun Sanah Pondok Pesantren Al-Asyhar Kesongo-ngentaksari digelar setelah terhenti selama 2 tahun karena pandemi. Beragam kreasi kostum dan kesenian ditampilkan, diikuti oleh berbagai kalangan masyarakat. Kepala Desa Kesongo sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai jalan perekat dan pemersatu masyarakat, serta berharap kegiatan ini terus dilestarikan sebagai benteng kokoh dalam melestarikan budaya dan kearifan lokal.
DPD Partai Perindo Kota Salatiga mengadakan bakti sosial jelang Ramadhan 1444 H dengan membagikan ratusan mukena dan sajadah. Mukena dan sajadah diberikan kepada warga dan pengurus masjid untuk membantu mereka dalam menyambut bulan suci dengan sarana ibadah yang layak.
Tradisi mencuci karpet di sungai Senjoyo menjelang bulan Ramadhan dilakukan oleh umat muslim Kabupaten Semarang dan Salatiga untuk menjaga kebersihan masjid dan mushola serta menjalin kebersamaan.
Apel Besar Muhammadiyah di Kota Salatiga dihadiri ratusan peserta, termasuk pengurus dan siswa dari TK-SMA/SMK Muhammadiyah. Acara ini dihadiri oleh RR Sri Suharni, ibu kandung Penjabat Wali Kota, yang memberikan pesan tentang pentingnya hormat kepada orang tua.