KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Cegah Peredaran Upal Jelang Puasa, Polres Salatiga Patroli ke Pasar

Cegah Peredaran Upal Jelang Puasa, Polres Salatiga Patroli ke Pasar

Cegah Peredaran Upal Jelang Puasa, Polres Salatiga Patroli ke Pasar

Patroli Penling dilaksanakan oleh Satuan Samapta Polres Salatiga di Pasar Raya Salatiga guna mencegah peredaran uang palsu menjelang Ramadhan.
Foto dok IST
Kasi Humas Polres Salatiga, IPTU Henri Widyoriani, S.H. saat sosialisasi bahaya Upal. Kepada pedagang di Salatiga.

[@]Dalam rangka mengantisipasi dan mencegah peredaran uang palsu (Upal), Satuan Samapta Polres Salatiga melaksanakan Patroli Penling, (Penerangan Keliling) dengan sasaran pedagang maupun masyarakat yang beraktifitas di Pasar Raya Salatiga, jalan Jendral Sudirman Salatiga Senin, 20/03/2013.

Kasi Humas Polres Salatiga yang turut mendampingi pelaksanaan kegiatan tersebut menyampaikan bahwa selain untuk menjaga kamtibmas aman kondusif kegiatan patroli ini juga dengan menyampaikan himbauan kamtibmas dan penerangan keliling (Penling) kepada pedagang maupun masyarakat yang beraktifitas di Pasar Raya Salatiga untuk mewaspadai peredaran Uang palsu (Upal) yang biasanya marak menjelang Ramadhan.

“Patroli kali ini untuk antisipasi gangguan kamtibmas, namun demikian tak lupa kita sampaikan kepada masyarakat dan pedagan agar waspada terhadap peredaran uang palsu, karena masih banyak pedagang yang tidak menggunakan alat pendeteksi uang, sehingga menjadi sasaran empuk pelaku peredaran Upal jika sampai lengah”, ucap IPTU Henri Widyoriani, S.H.

Lebih lanjut Henri juga menyampaikan kepada pedagang untuk selalu melakukan langkah 3 M (Melihat, Meraba, dan Menerawang) setiap menerima uang saat jual beli.

Pantauan media, Pedagang dan pengunjung pasar terlihat antusias dengan adanya patroli penerangan keliling yang dilaksanakan Polres Salatiga, bahkan tidak segan pedagang menyampaikan pengalamannya menjadi korban peredaran upal.

Sri Sumarsih, salah seorang pedagang bakso menyampaikan bahwa dirinya pernah menjadi korban upal, hal tersebut disadari setelah samapi rumah saat menghitung uang hasil jualannya. ” Begitu tahu uangnya kok menyingkap jadi dua, wah palsu ini,, jadi langsung saya buang karena takut beredar lagi. Ya tentu saja saya sedih pak, untung saya sedikit dari hasil jualan bakso, eh malah dapat uang palsu.” ungkapnya pasrah.

Sementara Ibu Julaekah, salah seorang penjual jenang jadah yang sudah belasan tahun berjualan di Pasar Raya I Salatiga mengaku bahwa selama ini dirinya belum pernah menerima uang palsu karena bisa membedakan mana uang asli dan palsu dengan cara merabanya.

“Nanti kalau saya dapat uang palsu, saya lapor 110 pak” katanya.

Kabar Terkini

POPULER

Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
[pekok2]