[extvssc id="70101"]

KAWAN PEMANDU JALAN

Tag: UNESCO

UNESCO telah memverifikasi kerusakan pada 241 situs bersejarah di Ukraina setelah Rusia menginvasi negara tersebut pada 24 Februari 2022. Jumlah tersebut termasuk kerusakan pada 106 situs keagamaan, 18 museum, 86 bangunan bersejarah atau benda seni, 19 monumen, serta 12 perpustakaan. Kerusakan tersebar di 13 wilayah di Ukraina, dengan Donetsk menjadi wilayah yang paling parah terdampak, di mana terdapat 66 situs dan bangunan bersejarah yang rusak.
UNESCO Verifikasi 241 Situs Bersejarah Rusak di Ukraina Akibat Invasi Rusia
UNESCO telah memverifikasi kerusakan pada 241 situs bersejarah di Ukraina setelah Rusia menginvasi negara tersebut pada 24 Februari 2022. Jumlah tersebut termasuk kerusakan pada 106 situs keagamaan, 18...
Salatiga ditetapkan sebagai Kota Kreatif Indonesia dan mewakili Indonesia dalam nominasi Creative City of Gastronomy UNESCO Creative City Network (UCCN). Kota Salatiga terpilih sebagai salah satu dari lima kota/kabupaten untuk diusulkan sebagai ‘focal point’ program UNESCO dalam kategori gastronomi.
Kota Salatiga Masuk Dalam Nominasi Kota Kreatif UNESCO 2023
Salatiga ditetapkan sebagai Kota Kreatif Indonesia dan mewakili Indonesia dalam nominasi Creative City of Gastronomy UNESCO Creative City Network (UCCN). Kota Salatiga terpilih sebagai salah satu dari...

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon