URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Tarian Gugur Gunung yang diikuti oleh belasan ribu penari di Alun-Alun Magelang memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-76 sekaligus memecahkan rekor dengan jumlah peserta terbanyak Kamis (7/7/2022) pagi.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Tarian Gugur Gunung oleh 14 Ribu Penari Dalam Perayaan HUT Bhayangkara Pecahkan Rekor Dunia

Tarian Gugur Gunung oleh 14 Ribu Penari Dalam Perayaan HUT Bhayangkara Pecahkan Rekor Dunia

Tarian Gugur Gunung oleh 14 Ribu Penari Dalam Perayaan HUT Bhayangkara Pecahkan Rekor Dunia

featured-img

SEMARANG – Tarian Gugur Gunung yang diikuti oleh belasan ribu penari di Alun-Alun Magelang memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-76 sekaligus memecahkan rekor dengan jumlah peserta terbanyak Kamis (7/7/2022) pagi.

Tidak hanya dilakukan di pusat kota, sejumlah masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia juga mengikuti kegiatan tari tersebut melalui virtual. Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) mencatat lebih dari 14 ribu warga mengikuti kegiatan tersebut sehingga layak disebut sebagai pemecahan rekor dunia.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi bersama Forkompinda Magelang dan tokoh masyarakat Magelang, KH Yusuf Chudhori yang turut hadir dalam kegiatan itu juga mengikuti gerak tari yang melambangkan semangat gotong royong dan kebersamaan.

“Kegiatan pemecahan rekor MURI melalui Tari Gugur Gunung ini diprakarsai oleh Kapolresta Magelang selain untuk mempersatukan budaya masyarakat juga untuk mendidik masyarakat kita untuk ikut memeriahkan Hari Bhayangkara ke-76,” ujar Luthfi kepada wartawan.

Ia menerangkan, kegiatan pemecahan rekor dunia tari Gugur Gunung tersebut diselenggarakan masyarakat Magelang dalam rangka memeriahkan HUT Bhayangkara ke 76. Untuk itu dirinya mengapresiasi para peserta yang mengikuti dan berpartisipasi atas kegiatan tersebut.

“Karena pada hakekatnya hari Bhayangkara juga untuk masyarakat, karena Polri adalah milik rakyat Indonesia. Dalam kegiatan ini, tari Gugur Gunung menggambarkan kebersamaan Polri dengan masyarakat dalam upaya menjaga Harkamtibmas,” jelasnya.

Senada, Kapolres Magelang, AKBP Yolanda Evalyn Sebayang selaku pemangku kegiatan, mengatakan tarian Gugur Gunung ini diselenggarakan secara besar-besaran karena terdapat nilai-nilai kebersamaan yang terkandung di dalamnya. Yolanda mengucapkan terima kasih atas partisipasi masyarakat dari berbagai daerah dan salut atas antusiasme mereka yang mengikuti kegiatan tersebut.

“Kami ucapkan terimakasih bagi para peserta yang telah mengikuti melalui online dari berbagai daerah, ada yang dari IKN, Banten, Jakarta, Bandung, dan dari banyak pulau lain di seluruh Indonesia,” tuturnya.

Senior Manager Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Sri Widayati mengumumkan pihaknya secara resmi mencatat jumlah peserta yang mengikuti tarian Gugur Gunung secara serentak dalam kesempatan itu mencapai 14.245 peserta.

“Jumlah tersebut berdasarkan penghitungan pada peserta yang mengikuti langsung di alun-alun kota Magelang maupun secara online. Jumlah ini tak hanya memecahkan rekor Indonesia tapi juga memecahkan rekor dunia,” ungkapnya saat memberikan keterangan di lokasi bebernya.

Sebagai pengakuan atas prestasi tersebut, MURI menyerahkan piagam kepada Kapolresta Magelang sebagai pemrakarsa dan penyelenggara Pagelaran Tari Gugur Gunung dengan jumlah Penari terbanyak.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon