URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Toyota Veloz Hybrid Hadir di Jateng–DIY, Harga Rp310 Jutaan Berlaku hingga Akhir Desember 2025

Toyota Veloz Hybrid Hadir di Jateng–DIY, Harga Rp310 Jutaan Berlaku hingga Akhir Desember 2025

Toyota Veloz Hybrid Hadir di Jateng–DIY, Harga Rp310 Jutaan Berlaku hingga Akhir Desember 2025

Toyota Veloz Hybrid EV
featured-img

SEMARANG – Toyota Veloz Hybrid EV resmi diperkenalkan kepada konsumen Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta sebagai kendaraan keluarga berteknologi hybrid yang mengedepankan efisiensi bahan bakar dan kenyamanan.

Sebagai model hybrid pertama di lini Veloz, mobil ini menyasar segmen MPV 7-seater untuk keluarga modern yang membutuhkan kendaraan hemat bahan bakar tanpa bergantung pada infrastruktur pengisian daya seperti kendaraan listrik murni. Teknologi hybrid Toyota dinilai masih menjadi solusi paling relevan untuk kebutuhan mobilitas di wilayah Jawa Tengah dan DIY.

Untuk wilayah Jateng–DIY, Veloz Hybrid EV dipasarkan dengan harga OTR mulai Rp310 jutaan. Harga tersebut berlaku hingga akhir Desember 2025, sementara setelah periode tersebut harga berpotensi mengalami penyesuaian, sehingga konsumen diimbau memanfaatkan momentum peluncuran awal.

Selain menawarkan efisiensi bahan bakar, Veloz Hybrid EV juga dibekali desain modern serta fitur keselamatan yang mendukung kenyamanan berkendara keluarga. Model ini diharapkan dapat memperluas adopsi kendaraan hybrid di segmen MPV keluarga.

Guna mendekatkan produk kepada masyarakat, Nasmoco akan menggelar Veloz Hybrid 1st Preview sekaligus Test Drive Roadshow di Semarang, Solo, dan Yogyakarta pada awal Januari 2026. Melalui kegiatan ini, calon konsumen dapat merasakan langsung performa dan kenyamanan Veloz Hybrid EV.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon