RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Truk Terguling Usai Tabrak 3 Motor di Suruh: Satu Pemotor Tewas, Sopir Kabur

Truk Terguling Usai Tabrak 3 Motor di Suruh: Satu Pemotor Tewas, Sopir Kabur

Truk Terguling Usai Tabrak 3 Motor di Suruh: Satu Pemotor Tewas, Sopir Kabur

Petugas meminta keterangan warga yang berada di lokasi insiden kecelakaan yang melibatkan truk dan 3 sepeda motor di ruas jakan Suruh-Karanggede, Desa Medayu, Minggu (2/12/2024). Foto: Humas Polres Semarang

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sebuah truk Hino tanpa muatan terguling setelah menabrak tiga sepeda motor di Jalan Raya Suruh-Karanggede, Minggu (1/12/2024) pukul 10.30 WIB. Insiden tragis ini menewaskan satu orang pengendara motor dan melukai dua lainnya.

Kasat Lantas Polres Semarang AKP Lingga Ramadhani menjelaskan kronologi kecelakaan. Truk bernopol B 9711 TEU melaju dari arah Salatiga menuju Karanggede, Boyolali. Sesampainya di Dusun Congol, Desa Medayu, Kecamatan Suruh, truk kehilangan kendali dan oleng ke kanan.

“Truk menabrak Honda BeAT tanpa nomor polisi yang dikendarai Yusuf Catur (20), warga Karanggede. Korban meninggal dunia di tempat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (2/12/2024).

Setelah menabrak motor pertama, truk membanting ke kiri dan menabrak dua motor lain yang melaju searah. Kedua kendaraan tersebut adalah Honda PCX bernopol H 6885 RK yang dikemudikan Defi Anggraini (18), warga Suruh, dan Honda Scoopy tanpa nopol yang dikendarai Agil Setyo (24), juga warga Suruh.

“Truk akhirnya berhenti setelah menabrak halaman rumah warga dan terguling,” tambahnya.

Korban Yusuf Catur meninggal di lokasi kejadian, sementara dua pengendara lainnya mengalami luka ringan dan sudah mendapatkan perawatan di RSUD Kota Salatiga.

Hingga kini, sopir truk masih dalam pencarian setelah melarikan diri usai kejadian. “Identitas sopir dan perusahaan truk sudah kami kantongi. Kami akan segera menangkap pelaku,” tegasnya. (win)

BACA JUGA :

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran