BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang merilis prakiraan pasang surut dan cuaca maritim untuk wilayah Perairan Semarang–Demak dan Laut Jawa bagian utara Jawa Tengah pada Kamis, 11 Juni 2026. Berdasarkan data prakiraan harian, kondisi maritim secara umum masih berada dalam kategori relatif aman dengan gelombang rendah hingga sedang, meski masyarakat pesisir tetap diminta mewaspadai potensi genangan rob saat pasang maksimum terjadi.
Prakiraan pasang surut menunjukkan tinggi muka air laut di Perairan Semarang mengalami peningkatan bertahap sejak dini hari. Pada pukul 01.00 WIB tinggi muka air laut tercatat sekitar 0,3 meter, kemudian naik menjadi 0,6 meter pada pagi hari dan terus meningkat hingga mencapai puncak 0,8 meter pada rentang pukul 13.00 WIB sampai 17.00 WIB.
Setelah periode pasang maksimum berakhir, tinggi muka air laut diprakirakan mulai menurun secara perlahan pada malam hari. Tinggi muka air turun menjadi 0,7 meter pada pukul 18.00 WIB dan terus berangsur surut hingga mencapai titik terendah sekitar 0,2 meter pada pukul 23.00 hingga 24.00 WIB. Sementara garis Mean Sea Level (MSL) berada di kisaran 0,6 meter.
Pola kenaikan muka air laut yang berlangsung sejak pagi menuju siang hingga sore hari dinilai berpotensi memengaruhi sejumlah kawasan pesisir rendah di Kota Semarang, wilayah pelabuhan, tambak, serta jalur akses pesisir pantai utara Jawa Tengah yang rawan terdampak rob.
Di sisi lain, kondisi cuaca maritim di Perairan Semarang–Demak diprakirakan didominasi cuaca cerah berawan sepanjang pagi hingga malam hari. Suhu udara berkisar antara 26 hingga 30 derajat Celsius dengan kelembapan udara sekitar 59–84 persen.
Kecepatan angin di wilayah perairan tercatat berada pada kisaran 5–9 knot dengan kecepatan hembusan maksimum mencapai 17 knot. Sementara arus laut bergerak dominan ke arah barat daya hingga selatan dengan kecepatan berkisar 0,64 hingga 1,18 knot.
BMKG juga memprakirakan tinggi gelombang laut berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter di wilayah Perairan Semarang–Demak dan Laut Jawa bagian tengah. Kondisi tersebut tergolong rendah hingga sedang dan masih mendukung aktivitas pelayaran lokal, nelayan, serta kegiatan bongkar muat di kawasan pelabuhan.
Meski demikian, masyarakat pesisir, nelayan, operator pelabuhan, dan pengguna transportasi laut diimbau tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca maritim dan pasang surut laut, terutama pada periode siang hingga sore saat pasang maksimum terjadi dan potensi rob meningkat di sejumlah titik pesisir Semarang dan sekitarnya.
Sumber:
Informasi Prakiraan Pasang Surut wilayah Semarang berlaku Kamis, 11 Juni 2026 pic.twitter.com/G2naG1HPbz
— MARITIMSEMARANG (@maritimsemarang) June 10, 2026
