URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Kota Salatiga menggelar doa lintas iman dan sarasehan tokoh agama di Aula Kaloka Setda, Selasa (22/7/2026), dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-1276 Kota Salatiga dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kegiatan bertema Spirit Toleransi Membangun Kesalehan Individu dan Sosial ini bertujuan memperkuat kerukunan antarumat beragama sekaligus menyalurkan bantuan BAZNAS senilai Rp123.522.900 kepada para mustahik melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga

Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga

Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga

Wali Kota Salatiga Robby Hernawan saat hadiri acara doa lintas iman dan sarasehan (foto dok.IST)
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Menyongsong Hari Jadi ke-1276 Kota Salatiga dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kota Salatiga menggelar Mujahadah dan Doa Bersama yang dikemas melalui Doa Lintas Iman serta Sarasehan Tokoh Agama. Mengusung tema “Spirit Toleransi Membangun Kesalehan Individu dan Sosial”, kegiatan berlangsung di Aula Kaloka, Lantai 4 Gedung Setda Kota Salatiga, (22/7/2026).

Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, didampingi Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, mengikuti rangkaian kegiatan bersama jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah beserta para asisten, kepala perangkat daerah, camat, serta tokoh agama se-Kota Salatiga.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi atas komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kerukunan, toleransi, dan persaudaraan lintas iman yang selama ini menjadi kekuatan utama Salatiga sebagai kota tertoleran di Indonesia. Menurutnya, keberagaman bukanlah sekat yang memisahkan, melainkan kekayaan yang memperkuat persaudaraan dan menjadi modal sosial dalam pembangunan.
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga oleh kuatnya nilai-nilai toleransi, gotong royong, dan harmoni sosial yang terus dijaga bersama,” ujar Robby.

Kabag Kesra Setda, Sumarno, selaku Ketua Panitia, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar seluruh rangkaian Hari Jadi ke-1276 Kota Salatiga berlangsung lancar, aman, dan penuh keberkahan. Kegiatan ini juga menghadirkan Ketua FKUB Kota Salatiga, Drs. K.H. Nur Rofiq, sebagai narasumber sarasehan yang mengajak seluruh peserta untuk terus memperkuat semangat toleransi dan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

Pelaksanaan doa bersama dilakukan secara serentak di sejumlah lokasi di lingkungan Pemerintah Kota Salatiga untuk mengakomodasi umat dari berbagai agama. Mujahadah bagi umat Islam dilaksanakan di Ruang Plumpungan Setda, ibadah umat Kristen dan Katolik di Ruang Mini Theatre DPRD, umat Hindu di Ruang Rapat Asisten Administrasi Umum Setda, umat Buddha di Ruang Rapat Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda, serta umat Konghucu di Ruang Rapat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda.

Sebagai wujud kepedulian sosial dalam menyambut Hari Jadi Kota Salatiga, kegiatan ini juga dirangkai dengan penyerahan program Kado Istimewa dari BAZNAS Kota Salatiga kepada para mustahik dengan total bantuan sebesar Rp123.522.900. Bantuan tersebut meliputi Program Salatiga Cerdas berupa tabungan beasiswa bagi 202 siswa SD dan SMP senilai Rp.36.900.000, Program Salatiga Makmur berupa bantuan peralatan usaha kepada 30 mustahik senilai Rp.20.258.000, Program Salatiga Barokah berupa bantuan BPJS bagi 50 marbot masjid dan 50 pelaku UMKM, serta penyaluran 150 buku Iqra, 15 Juz Amma, dan 5 Al-Qur’an kepada 271 mustahik senilai Rp.12.095.000, Program Salatiga Peduli berupa paket logistik keluarga bagi 203 mustahik senilai Rp.32.050.000, serta Program Salatiga Sehat berupa bantuan sanitasi layak, pembangunan jamban, dan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi 54 mustahik senilai Rp. 22.219.900.

Melalui momentum Hari Jadi ke-1276 Kota Salatiga, Pemerintah Kota Salatiga mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat persaudaraan, memperkuat kerukunan, dan menjaga semangat toleransi sebagai fondasi mewujudkan Salatiga yang aman, damai, nyaman, sejahtera, serta semakin mendunia.

BACA JUGA :

Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, meraih juara pertama nasional pengelolaan Kampung KB 2026 dari Kemendukbangga/BKKBN. Prestasi tersebut diraih melalui keterlibatan masyarakat dalam pemberdayaan lansia, pendampingan anak dan balita, seni budaya, serta berbagai program untuk meningkatkan kualitas keluarga dan lingkungan.
Kampung KB Manggar Lestari Desa Lerep Juara Nasional, Bukan Sekadar Soal “Dua Anak Cukup”
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum
Sekitar 900 siswa SD hingga SMU di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, mengikuti lomba tari keprajuritan pada Selasa (11/8/2026) untuk memeriahkan HUT RI ke-81 dan TMMD Reguler ke-129 di Desa Cukil. Kegiatan yang diawali flashmob itu sekaligus menjadi upaya melestarikan tari keprajuritan yang menggambarkan perjuangan merebut kemerdekaan.
Meriah! Ratusan Siswa di Tengaran ikuti Lomba Tari Keprajuritan
Pemkab Semarang segera mencatat tanah hibah dari Kementerian Pertanian seluas sekitar 2,3 hektare sebagai aset daerah setelah dokumen administrasinya lengkap, Selasa (11/8/2026). Tanah eks Balai Penyuluhan Pertanian yang dihibahkan sejak 1991 tersebut diperkirakan bernilai Rp58 miliar. Pemkab Semarang juga menunggu proses sertifikasi tanah 14,8 hektare dari Badan Bank Tanah di Desa Branjang yang bernilai sekitar Rp60 miliar.
35 Tahun Mangkrak, Tanah Hibah Kementan untuk Pemkab Semarang Akhirnya Tuntas
Seorang pelajar kelas 10 SMK Bakti Nusantara berinisial KM (16) ditilang Satlantas Polres Salatiga karena mengendarai sepeda motor dengan knalpot tidak sesuai spesifikasi di pertigaan Cebongan, Selasa (11/8/2026). Polisi menilai suara knalpot brong mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Selain penindakan, Kasat Lantas AKP Henry Sulistyanta memberikan edukasi agar pelajar tidak menggunakan knalpot yang menimbulkan kebisingan.
Tertangkap Basah Gunakan Knalpot Brong di Pertigaan Cebongan, Siswa SMA di Salatiga Tertunduk Lesu
Ratusan siswa SMK Negeri 1 Salatiga menggelar aksi di lingkungan sekolah pada Senin untuk mempertanyakan perubahan rencana pembangunan fasilitas yang sebelumnya disepakati sebagai ruang ekspresi siswa. Aksi muncul setelah siswa mendapat informasi lahan tersebut akan digunakan untuk ruang praktik. Kepala sekolah menyebut persoalan terjadi akibat miskomunikasi dan memastikan ruang ekspresi tetap dibangun di lokasi berbeda, sementara sekolah menggelar audiensi untuk menjelaskan perubahan tersebut.
Merasa Kecewa dengan Sekolah, Ratusan Siswa SMK 1 Salatiga Gelar Aksi Demo

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang mengungkap temuan serpihan tulang yang diduga bagian dari tulang kepala serta bercak darah di TKP konter Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Jumat (7/8/2026), dalam penyelidikan kasus dugaan perampokan disertai pembunuhan terhadap Chandra Waskito. Polisi juga telah memeriksa tujuh saksi, menemukan 53 unit telepon genggam di mobil tempat jasad korban ditemukan di Gubug, Kabupaten Grobogan, dan masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian.
Serpihan Tulang Ditemukan di TKP Royal Phone Ambarawa, 53 Unit HP Ditinggal Di Dalam Mobil Korban
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Pemerintah Kota Salatiga dan LPK Serbaindo menjalin kolaborasi strategis untuk memperluas kesempatan kerja ke Jepang melalui pelatihan dan penempatan tenaga kerja resmi. Audiensi yang dipimpin Direktur LPK Serbaindo, Iman Abdul Rahman, bersama Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, membahas penyusunan nota kesepahaman (MoU), sosialisasi ke sekolah dan masyarakat, serta pengembangan kerja sama internasional guna meningkatkan kualitas SDM dan menekan angka pengangguran di Salatiga.
Perluas Kesempatan, LPK Serbaindo dan Pemkot Salatiga siap Kirim Tenaga Kerja ke Jepang

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved