RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

2 Remaja di Salatiga Alami Kekerasan, Satunya Diduga Alami Luka Tembak

2 Remaja di Salatiga Alami Kekerasan, Satunya Diduga Alami Luka Tembak

2 Remaja di Salatiga Alami Kekerasan, Satunya Diduga Alami Luka Tembak

Ilustrasi

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Aksi kekerasan terjadi di wilayah Kota Salatiga. Dua remaja menjadi korban penganiayaan oleh orang tak dikenal (OTK) di dua lokasi berbeda di ruas Jalan Lingkar Salatiga (JLS), Minggu (10/8/2025) dini hari, sekitar pukul 02.30 WIB.

Salah satu korban mengalami luka pada bagian kepala, sementara korban lainnya menderita luka di bagian pinggang.

Plh Kasi Humas Polres Salatiga, IPDA Sutopo, saat dikonfirmasi, membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Infonya benar, namun belum ada aduan resmi. Baru dicek sama piket reskrim,” jawabnya singkat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah saksi, insiden bermula saat korban selesai mengisi bahan bakar sepeda motornya di SPBU. Mereka kemudian melaju ke arah Semarang. Sekitar 300 meter dari SPBU, korban diduga menjadi sasaran tembakan yang mengenai bagian pinggang.

Korban kedua yang mengalami luka di kepala, justru berada di lokasi berbeda, yakni di simpang empat Gamol, tepatnya dekat perempatan makam. Menurut keterangan saksi, korban yang terluka di kepala dikenal dengan panggilan Dimas.

Para pelaku diduga menggunakan kendaraan roda empat yang melaju konvoi. Bahkan, ada saksi mata yang mengaku mendengar salah satu pelaku berteriak menyatakan dirinya sebagai petugas.

Kasus ini kini tengah diselidiki pihak kepolisian untuk mengungkap identitas pelaku dan motif di balik penganiayaan tersebut.

BACA JUGA :

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran