URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Penjabat Wali Kota Salatiga, Yasip Khasani, mengukuhkan 82 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Salatiga Tahun 2024 dalam sebuah upacara di Ruang Kaloka pada Kamis malam, 15 Agustus 2024. Dalam sambutannya, Yasip menekankan pentingnya momen pengukuhan ini sebagai bagian dari sejarah perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 2024.

Mbak Google

KABAR RASIKA

82 Anggota Paskibraka Salatiga Dikukuhkan. Yasip Sebut Momentum Istimewa

82 Anggota Paskibraka Salatiga Dikukuhkan. Yasip Sebut Momentum Istimewa

82 Anggota Paskibraka Salatiga Dikukuhkan. Yasip Sebut Momentum Istimewa

Tamu undangan saat memberikan ucapan selamat kepada anggota Paskibraka Salatiga 2024
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Penjabat (Pj) Wali Kota Salatiga, Yasip Khasani mengukuhkan 82 Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Salatiga Tahun 2024 di Ruang Kaloka, Kamis (15/08/2024) malam.

Dalam sambutannya, Yasip mengatakan bahwa pengukuhan ini adalah momentum yang istimewa karena mereka akan menjadi bagian dari sejarah dalam perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 2024 nanti.

“Pengukuhan ini bukanlah akhir dari latihan demi latihan yang telah dikerjakan. Begitu pun pada saat Upacara Pengibaran dan Penurunan Bendera nantinya, yang juga bukan merupakan akhir dari tugas Adik-adik sekalian. Namun tak kalah penting, Adik-adik dapat menjadi magnet yang menarik para generasi muda lainnya, untuk senantiasa menanamkan rasa cinta tanah air dalam melanjutkan perjuangan mengisi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelas Yasip.

Dirinya mengajak Adik-adik yang tergabung dalam Paskibraka Kota Salatiga 2024 ini untuk bisa menjaga ikrar yang telah diucapkan. Momentum mencium Bendera Merah Putih tidak hanya sekedar prosesi seremonial, tetapi juga sebagai bentuk janji setia untuk menjaga Tanah Air Indonesia.

“Teruslah menjadi generasi penerus yang hebat, tunjukkan dedikasimu yang tinggi untuk negara Indonesia, giat berlatih dan laksanakan tugas dan tanggung jawabmu dengan baik dan lancar sampai paripurna,” tambahnya.

Sebagai pembina upacara, Yasip juga memasangkan kendit dan lencana kepada pimpinan upacara pengukuhan Paskibraka. Selain itu, Pj. Wali Kota beserta Sekda dan jajaran Forkopimda Kota Salatiga juga memberikan selamat kepada seluruh anggota Paskibraka yang dikukuhkan dan dilanjutkan dengan berfoto bersama.

BACA JUGA :

Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved