KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

82 KK Dusun Kedungglatik Terdampak PSN Bendungan Jragung Bakal Direlokasi, Ketua DPRD: Tunggu Kesiapan Listrik dan Air Bersih

82 KK Dusun Kedungglatik Terdampak PSN Bendungan Jragung Bakal Direlokasi, Ketua DPRD: Tunggu Kesiapan Listrik dan Air Bersih

82 KK Dusun Kedungglatik Terdampak PSN Bendungan Jragung Bakal Direlokasi, Ketua DPRD: Tunggu Kesiapan Listrik dan Air Bersih

Foto:/IST
Bendungan Jragung

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mengerjakan pembangunan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ada di Jawa Tengah yakni Bendungan Jragung di Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang.

Berkaitan dengan hal itu, sebanyak 82 kepala keluarga (KK) yang ada di Dusun Kedungglatik terdampak dan harus direlokasi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang telah menyiapkan lahan seluas 2,3 hektare yang akan digunakan sebagai lokasi permukiman yang baru bagi masyarakat yang terdampak.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening menyampaikan relokasi warga harus menunggu kesiapan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) seperti area pemakaman, sarana air bersih, listrik, dan infrastruktur jalan.

“Pemindahan harus nunggu semuanya siap. Kasihan kalau sudah relokasi tapi listrik dan air belum ada,” ungkap Bondan di Ungaran, Selasa (27/2/2024).

Bondan menyebut Strategic Energy Technology (SET) Plan telah disiapkan. Luasan 2,3 hektare yang ada itu selain akan digunakan sebagai permukiman, juga area makam.

“Harapan kami pembiayaan dari Kementerian PUPR karena nominalnya besar. Semoga dalam beberapa bulan ke depan masyarakat sudah bisa direlokasi,” sambungnya.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha menegaskan relokasi warga akan dilakukan secara adil dan manusiawi. Salah satunya dengan menyediakan air bersih dan fasilitas listrik terlebih dahulu. Bupati juga memastikan proses relokasi akan memperhatikan kesejahteraan warga.

“Termasuk menyiapkan lahan relokasi yang memadai dengan dukungan fasum berupa tempat ibadah dan jalan penghubung yang layak,” ujarnya.

Sementara Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Semarang Zaenal Arifin melaporkan saat ini telah disediakan lahan seluas 2,3 hektare. Lahan itu akan digunakan untuk relokasi 82 KK terdampak yang akan dibagi menjadi 82 kavling dengan luas masing-masing 140 meter persegi.

“Bupati Semarang akan mengirim surat kepada Menteri PUPR untuk menyediakan sarana prasarana pendukung area relokasi. Diantaranya sarana pendukung sumber air bersih, jalan, IPAL komunal dan pengelolaan sampah,” urainya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
Toyota Land Cruiser LC 300 menjadi salah satu kendaraan yang menarik perhatian pengunjung GIIAS Semarang 2026 di Muladi Dome Universitas Diponegoro, Rabu (30/9/2026). SUV premium tersebut diperkenalkan kepada masyarakat Jawa Tengah dengan menawarkan perpaduan desain gagah, kabin mewah, performa kuat, serta kemampuan off-road.
Land Cruiser LC 300 Mencuri Perhatian di GIIAS Semarang 2026
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong peningkatan kesejahteraan anggota Linmas melalui perluasan kesempatan kerja sebagai tenaga keamanan dan kebersihan. Hal itu disampaikan saat Apel Besar Aslinmas dan Abpedmas se-Jawa Tengah di Stadion Pandanaran Wujil, Kabupaten Semarang, Rabu (30/9/2026), yang diikuti lebih dari 7.000 anggota Linmas.
Saat Peserta Apel Aslinmas Berebut Ajak Foto KDM dan Sherly Tjoanda
Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
[pekok2]