KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Bupati Semarang: Pembangunan Bendungan Mluweh Butuh Kajian Mendalam

Bupati Semarang: Pembangunan Bendungan Mluweh Butuh Kajian Mendalam

Bupati Semarang: Pembangunan Bendungan Mluweh Butuh Kajian Mendalam

Sungai Kaligarang yang meluap mengakibatkan kawasan permukiman dan SMK NU Ungaran terendam, Rabu (4/1/2023) lalu. (Foto/win)

RASIKAFM.COM | UNGARAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemkot Semarang, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana untuk mengatasi permasalahan banjir. Tidak hanya banjir di wilayah Kota Semarang saja, namun juga banjir yang terjadi di Bumi Serasi.

Menurut Bupati Semarang Ngesti Nugraha, persoalan banjir tidak bisa dilakukan sendiri, semua pihak dari hulu ke hilir harus bekerja sama. Hal yang menjadi fokus pertama adalah penataan Sungai Kaligarang.

“Karena aliran Sungai Kaligarang itu ada yang mengalir ke Kota Semarang dan Rawa Pening,” ungkapnya di Ungaran, Senin (27/2/2023).

Selain penataan Sungai Kaligarang, Ngesti menjelaskan juga ada kajian untuk pembangunan Bendungan Mluweh yang berada di Kecamatan Ungaran Timur.

“Tapi ini dilihat dulu perkembangannya dari penanganan yang sudah ada, juga dibutuhkan kajian mendalam dari BBWS selaku yang berwenang,” katanya.

Sementara Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro menerangkan selain membantu mengurangi persoalan banjir di wilayah Kota Semarang, bendungan itu juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber air baku bagi pemenuhan kebutuhan air bersih.

“Sudah diusulkan Bupati Semarang pada saat saya masih penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Semarang, tahun 2020 lalu,” tuturnya.

Pemkab Semarang bersama BBWS Pemali Juwana sudah membahas untuk membangun satu bendungan lagi, yang lokasinya berada di sekitar Desa Mluweh. Namun demikian, rencana itu belum akan terealisasi dalam waktu dekat.

“Dimungkinkan setelah proses pengerjaan bendungan Jragung rampung, baru bisa direalisasikan,” tandasnya. (win)

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Masyarakat dapat mengecek status desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) secara online melalui laman dtsen-form.bps.go.id menggunakan NIK. Pemeriksaan dapat dilakukan untuk mengetahui kesesuaian data sosial ekonomi yang menjadi salah satu acuan penentuan sasaran bantuan. Jika data tidak sesuai, masyarakat dapat mengajukan sanggahan atau meminta bantuan desa maupun kelurahan.
Cara Cek Desil DTSEN dengan HP