URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pembangunan Bendungan Jragung, yang dikerjakan sejak akhir 2020, bertujuan untuk menyediakan sumber mata air baku sebesar 1 meter kubik per detik, yang akan menyuplai tiga daerah yakni Semarang, Demak, dan Grobogan. Bendungan ini juga diharapkan mampu mengurangi risiko banjir di area hilir dari 378.000 meter kubik menjadi 170.000 meter kubik per detik, atau sekitar 45 persen.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Lahan Relokasi WTP Bendungan Jragung Dikebut

Lahan Relokasi WTP Bendungan Jragung Dikebut

Lahan Relokasi WTP Bendungan Jragung Dikebut

Pekerja sedang meratakan tanah menggunakan bulldozer di lahan baru yang akan digunakan untuk merelokasi WTP Bendungan Jragung, Dusun Kedungglatik, Candirejo, Pringapus. Foto: Bag Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Semarang/Zaenal Arifin
Pekerja sedang meratakan tanah menggunakan bulldozer di lahan baru yang akan digunakan untuk merelokasi WTP Bendungan Jragung, Dusun Kedungglatik, Candirejo, Pringapus. Foto: Bag Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Semarang/Zaenal Arifin
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Warga Terdampak Proyek (WTP) Bendungan Jragung di Dusun Kedungglatik, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang dalam waktu dekat akan direlokasi. Saat ini pemerintah sedang mempersiapkan lokasi yang akan dijadikan hunian baru oleh sekitar 82 Kepala Keluarga (KK) terdampak Proyek Strategis Nasional (PSN) itu.

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengatakan lahan baru yang disiapkan untuk relokasi memiliki luas 18,6 hektare. Jaraknya tak terlalu jauh dari lokasi permukiman sebelumnya.

“Ini merupakan hibah dari Kementerian PUPR. Saat ini sedang proses cut and fill, termasuk pemasangan tiang-tiang listrik oleh PLN,” kata Ngesti ditemui di Ungaran, Selasa (2/7/2024).

Lahan itu nantinya akan dibangun fasilitas untuk bermukim penduduk sebanyak 82 rumah seluas sekitar 2,3 hektare, pemakaman seluas sekitar 3.000 meter persegi, jalan, serta lahan produktif untuk warga bercocok tanam.

“Konstruksi rumah yang akan dibangun menggunakan kerangka tahan gempa bertipe 45,” paparnya.

Ihwal waktu relokasi warga, orang nomor satu di Kabupaten Semarang ini mengaku belum memasang target secara pasti.

“Kami upayakan secepatnya. Sedang kami kebut fasilitas dan sarana prasarana di sana biar bisa segera pindah,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang Valeanto Sukendro saat dikonfirmasi menerangkan pengisian Bendungan Jragung akan dilakukan secara bertahap menunggu kesiapan infrastruktur. Rencananya, dalam satu tahun bendungan sudah terisi penuh.

“Saat ini sedang dilakukan modifikasi cuaca dengan ‘membersihkan’ awan di sekitar Jragung biar tidak turun hujan dulu di sana, (hujan) bisa menghambat pekerjaan,” terangnya.

Sekitar Agustus nanti, lanjutnya, awan akan ‘ditarik’ kembali ke wilayah tersebut dengan cara penebaran garam di langit oleh pesawat TNI Angkatan Udara. Tujuannya mempercepat kondensasi agar awan menghasilkan hujan untuk keperluan pengisian bendungan.

“Informasi yang kami terima, bendungan akan diresmikan oleh Presiden Jokowi di akhir masa jabatannya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pembangunan Bendungan Jragung diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan irigasi pertanian masyarakat Kabupaten Semarang.

Selain itu, terdapat juga jembatan yang dikerjakan pada akhir 2020 lalu untuk dimanfaatkan sebagai sumber mata air baku sebesar 1 meter kubik per detik dan akan menyuplai tiga daerah yakni Semarang, Demak, dan Grobogan.

Bendungan Jragung disebutkan juga mampu mengurangi risiko banjir area hilir dari 378.000 meter kubik menjadi 170.000 meter kubik per detik, atau mereduksi banjir sekitar 45 persen. (win)

BACA JUGA :

Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan