RASIKAFM.COM | UNGARAN — PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) menyatakan telah memenuhi sejumlah tuntutan warga terkait aktivitas tambang galian C di Dusun Banyuurip, Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Salah satu langkah yang dilakukan perusahaan adalah memperbaiki 18 titik ruas jalan yang sebelumnya dikeluhkan warga.
Direktur PT MABA, Punadi, mengatakan perbaikan jalan dilakukan lebih cepat dari target yang telah disepakati dalam audiensi bersama warga dan pemerintah setempat. Semula perbaikan ditargetkan mulai dilaksanakan pada 12 Juli 2026, namun pekerjaan telah dilakukan sejak 8 Juli lalu.
“Kami melakukan langkah cepat. Sebelum tanggal 12 sudah kami laksanakan perbaikan jalan. Bahkan beberapa titik yang sebelumnya menggunakan aspal sekarang dicor agar lebih kuat karena masih banyak dilalui kendaraan,” ujar Punadi, Sabtu (11/7/2026).
Selain perbaikan jalan, pihaknya mengklaim telah menjalankan berbagai komitmen lain yang menjadi tuntutan warga, seperti pengaturan jam operasional kendaraan angkut dan penyiraman jalan untuk mengurangi debu.
Menurut Punadi, seluruh tuntutan yang disampaikan warga dalam audiensi sebelumnya telah diakomodasi oleh perusahaan. Ia menyebut perbaikan jalan dilakukan di sekitar 18 titik mulai dari lokasi tambang hingga wilayah Karanglo, Kecamatan Bringin.
“Perbaikan atau rehabilitasi jalan sudah kami laksanakan sejak 8, 9, dan 10 Juli. Saat ini sekitar 18 titik sudah selesai diperbaiki dari lokasi tambang sampai jalan menuju Karanglo,” katanya.
Ditambahkan Punadi, setelah proyek galian C tersebut selesai, bekas lokasinya akan ‘disulap’ menjadi lahan parkir area wisata religi Gua Maria Rosa Mystica dan Sendang Banyuurip.
“Ini sebagai sarana pendukung, sebab kawasan wisata itu belum memiliki kantong parkir yang memadai. Sehingga sering dikeluhkan warga menjadi penyebab kemacetan saat ramai pengunjung,” lanjutnya.
Meski demikian, Punadi mengaku belum melaporkan secara khusus hasil pelaksanaan komitmen tersebut kepada Komisi C DPRD Kabupaten Semarang maupun pihak terkait lainnya karena pekerjaan baru selesai beberapa hari terakhir.
Sementara itu, warga Dusun Banyuurip, Sutarno, berharap kegiatan penataan lahan bekas tambang dapat diselesaikan secara tuntas. Menurutnya, kawasan tersebut sempat terbengkalai selama beberapa tahun sehingga perlu segera ditata kembali, terutama saat musim kemarau yang dinilai menjadi waktu ideal untuk pekerjaan pengerukan dan pembentukan lahan.
“Kami berharap pekerjaan ini dituntaskan karena landscape-nya belum terbentuk. Penanganan yang beberapa tahun lalu sempat mangkrak harus diselesaikan. Mumpung musim kemarau dan permintaan material cukup banyak, topografi lahan ini bisa segera ditata,” ujarnya.
Sutarno menambahkan, kawasan Banyuurip memiliki potensi pengembangan wisata yang cukup besar. Selain menjadi lokasi Gua Maria Rosa Mystica dan Sendang Banyuurip yang ramai dikunjungi peziarah, wilayah tersebut juga memiliki situs budaya serta potensi wisata alam yang dapat dikembangkan.
Menurutnya, tingginya kunjungan wisatawan terutama pada bulan Mei dan Oktober, serta saat libur panjang dan akhir tahun, membutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, termasuk akses jalan dan area parkir.
“Kami berharap pengembangan wilayah ini bisa mendukung potensi wisata yang sudah ada sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat sekitar,” kata Sutarno.
Diberitakan sebelumnya, aktivitas tambang galian C di Desa Delik sempat menjadi sorotan warga karena dampak lalu lintas kendaraan angkut, kondisi jalan, dan debu. Sejumlah tuntutan kemudian disampaikan warga melalui forum audiensi yang difasilitasi pemerintah dan DPRD Kabupaten Semarang. Perusahaan menyatakan telah menindaklanjuti berbagai masukan tersebut melalui perbaikan infrastruktur dan penyesuaian operasional di lapangan. (win)


