URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) menyatakan telah memenuhi tuntutan warga terkait aktivitas tambang galian C di Dusun Banyuurip, Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, dengan memperbaiki 18 titik jalan, mengatur operasional kendaraan, dan melakukan penyiraman jalan. Perbaikan yang dimulai sejak 8 Juli 2026 itu dilakukan lebih cepat dari target sebagai tindak lanjut hasil audiensi bersama warga dan pemerintah.

Mbak Google

KABAR RASIKA

PT MABA Klaim Penuhi Tuntutan Warga, Perbaiki 18 Titik Jalan di Jalur Tambang Delik–Tlompakan

PT MABA Klaim Penuhi Tuntutan Warga, Perbaiki 18 Titik Jalan di Jalur Tambang Delik–Tlompakan

PT MABA Klaim Penuhi Tuntutan Warga, Perbaiki 18 Titik Jalan di Jalur Tambang Delik–Tlompakan

Sejumlah titik ruas jalan penghubung Desa Delik-Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang ditambal buntut protes warga mengenai kondisi jalan yang rusak akibat kerap dilalui kendaraan berat, Jumat (11/7/2026). Foto: win
Sejumlah titik ruas jalan penghubung Desa Delik-Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang ditambal buntut protes warga mengenai kondisi jalan yang rusak akibat kerap dilalui kendaraan berat, Jumat (11/7/2026). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN — PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) menyatakan telah memenuhi sejumlah tuntutan warga terkait aktivitas tambang galian C di Dusun Banyuurip, Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Salah satu langkah yang dilakukan perusahaan adalah memperbaiki 18 titik ruas jalan yang sebelumnya dikeluhkan warga.

Direktur PT MABA, Punadi, mengatakan perbaikan jalan dilakukan lebih cepat dari target yang telah disepakati dalam audiensi bersama warga dan pemerintah setempat. Semula perbaikan ditargetkan mulai dilaksanakan pada 12 Juli 2026, namun pekerjaan telah dilakukan sejak 8 Juli lalu.

“Kami melakukan langkah cepat. Sebelum tanggal 12 sudah kami laksanakan perbaikan jalan. Bahkan beberapa titik yang sebelumnya menggunakan aspal sekarang dicor agar lebih kuat karena masih banyak dilalui kendaraan,” ujar Punadi, Sabtu (11/7/2026).

Selain perbaikan jalan, pihaknya mengklaim telah menjalankan berbagai komitmen lain yang menjadi tuntutan warga, seperti pengaturan jam operasional kendaraan angkut dan penyiraman jalan untuk mengurangi debu.

Menurut Punadi, seluruh tuntutan yang disampaikan warga dalam audiensi sebelumnya telah diakomodasi oleh perusahaan. Ia menyebut perbaikan jalan dilakukan di sekitar 18 titik mulai dari lokasi tambang hingga wilayah Karanglo, Kecamatan Bringin.

“Perbaikan atau rehabilitasi jalan sudah kami laksanakan sejak 8, 9, dan 10 Juli. Saat ini sekitar 18 titik sudah selesai diperbaiki dari lokasi tambang sampai jalan menuju Karanglo,” katanya.

Ditambahkan Punadi, setelah proyek galian C tersebut selesai, bekas lokasinya akan ‘disulap’ menjadi lahan parkir area wisata religi Gua Maria Rosa Mystica dan Sendang Banyuurip.

“Ini sebagai sarana pendukung, sebab kawasan wisata itu belum memiliki kantong parkir yang memadai. Sehingga sering dikeluhkan warga menjadi penyebab kemacetan saat ramai pengunjung,” lanjutnya.

Meski demikian, Punadi mengaku belum melaporkan secara khusus hasil pelaksanaan komitmen tersebut kepada Komisi C DPRD Kabupaten Semarang maupun pihak terkait lainnya karena pekerjaan baru selesai beberapa hari terakhir.

Sementara itu, warga Dusun Banyuurip, Sutarno, berharap kegiatan penataan lahan bekas tambang dapat diselesaikan secara tuntas. Menurutnya, kawasan tersebut sempat terbengkalai selama beberapa tahun sehingga perlu segera ditata kembali, terutama saat musim kemarau yang dinilai menjadi waktu ideal untuk pekerjaan pengerukan dan pembentukan lahan.

“Kami berharap pekerjaan ini dituntaskan karena landscape-nya belum terbentuk. Penanganan yang beberapa tahun lalu sempat mangkrak harus diselesaikan. Mumpung musim kemarau dan permintaan material cukup banyak, topografi lahan ini bisa segera ditata,” ujarnya.

Sutarno menambahkan, kawasan Banyuurip memiliki potensi pengembangan wisata yang cukup besar. Selain menjadi lokasi Gua Maria Rosa Mystica dan Sendang Banyuurip yang ramai dikunjungi peziarah, wilayah tersebut juga memiliki situs budaya serta potensi wisata alam yang dapat dikembangkan.

Menurutnya, tingginya kunjungan wisatawan terutama pada bulan Mei dan Oktober, serta saat libur panjang dan akhir tahun, membutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, termasuk akses jalan dan area parkir.

“Kami berharap pengembangan wilayah ini bisa mendukung potensi wisata yang sudah ada sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat sekitar,” kata Sutarno.

Diberitakan sebelumnya, aktivitas tambang galian C di Desa Delik sempat menjadi sorotan warga karena dampak lalu lintas kendaraan angkut, kondisi jalan, dan debu. Sejumlah tuntutan kemudian disampaikan warga melalui forum audiensi yang difasilitasi pemerintah dan DPRD Kabupaten Semarang. Perusahaan menyatakan telah menindaklanjuti berbagai masukan tersebut melalui perbaikan infrastruktur dan penyesuaian operasional di lapangan. (win)

BACA JUGA :

Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Semarang telah menjangkau 697.318 warga atau sekitar 63 persen dari total sasaran hingga 13 Agustus 2026. Pemeriksaan yang berlangsung di 26 Puskesmas tersebut setara 116,6 persen dari target tahunan dan mencakup bayi, anak, remaja, dewasa, hingga lansia.
Lampaui Target, Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Semarang Jangkau 697 Ribu Warga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum