Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Emas Semarang memprakirakan kondisi maritim di perairan Semarang–Demak dan Laut Jawa bagian selatan relatif kondusif pada Senin, 25 Mei 2026. Namun demikian, masyarakat pesisir tetap perlu mencermati periode pasang maksimum yang diperkirakan terjadi pada siang hingga sore hari.
Berdasarkan prakiraan pasang surut harian, tinggi muka air laut pada dini hari berada di kisaran 0,3 meter pada pukul 01.00 WIB. Ketinggian air kemudian meningkat secara bertahap menjadi 0,6 meter pada pukul 05.00–09.00 WIB, naik menjadi 0,7 meter pada pukul 10.00–11.00 WIB, dan mencapai 0,8 meter pada pukul 12.00 WIB.
Kenaikan berlanjut menjadi 0,9 meter pada pukul 13.00 WIB sebelum mencapai pasang tertinggi 1 meter pada pukul 14.00–16.00 WIB. Setelah itu, muka air laut mulai menurun menjadi 0,9 meter pada pukul 17.00 WIB, 0,8 meter pada pukul 18.00 WIB, lalu turun bertahap hingga mencapai surut terendah sekitar 0,2 meter pada pukul 22.00–24.00 WIB.
BMKG mencatat posisi Mean Sea Level (MSL) atau rata-rata muka laut berada pada kisaran 0,6 meter. Pola pasang menunjukkan tren kenaikan yang stabil sejak dini hari hingga sore hari sebelum memasuki fase surut pada malam hari. Kondisi ini berpotensi meningkatkan genangan air laut atau rob di kawasan pesisir yang memiliki elevasi rendah, terutama saat bertepatan dengan aktivitas masyarakat dan operasional pelabuhan pada siang hingga sore hari.
Untuk kondisi cuaca maritim, perairan Semarang–Demak diprakirakan didominasi cerah berawan hingga berawan, dengan potensi hujan ringan pada malam hari. Suhu udara berkisar 27–31 derajat Celsius dengan kelembapan relatif antara 76–86 persen.
Angin bertiup dengan kecepatan 3–8 knot dan hembusan maksimum mencapai 18 knot. Arus laut bergerak dominan ke arah barat daya (SW) dengan kecepatan sekitar 0,69–1,09 knot. Sementara itu, tinggi gelombang laut diprakirakan berada pada kisaran 0,1–0,5 meter, sehingga kondisi perairan secara umum tergolong rendah dan relatif aman untuk aktivitas pelayaran lokal serta penangkapan ikan skala kecil.
Meski demikian, masyarakat pesisir, nelayan, operator pelabuhan, serta pengelola kawasan tambak di Semarang dan wilayah pantai utara Jawa Tengah disarankan terus memantau pembaruan informasi cuaca maritim dan pasang surut dari BMKG untuk mengantisipasi perubahan kondisi laut serta potensi rob saat periode pasang maksimum berlangsung.
Sumber:
Informasi Prakiraan Pasang Surut wilayah Semarang Senin, 25 Mei 2026 pic.twitter.com/TIyjB8puQe
— MARITIMSEMARANG (@maritimsemarang) May 24, 2026
