URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Seorang pencari ikan bernama Natan Sutrisno ditemukan meninggal dunia di area branjang ikan milik warga di Rawa Pening, Desa Rowosari, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Rabu dini hari (4/2/2026). Korban diduga terjatuh saat aktivitas mencari ikan bersama rekannya setelah mengonsumsi minuman keras.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ditinggal Terlelap Rekannya, Pencari Ikan Ditemukan Tak Bernyawa Tersangkut Jaring di Rawa Pening

Ditinggal Terlelap Rekannya, Pencari Ikan Ditemukan Tak Bernyawa Tersangkut Jaring di Rawa Pening

Ditinggal Terlelap Rekannya, Pencari Ikan Ditemukan Tak Bernyawa Tersangkut Jaring di Rawa Pening

Petugas mengevakuasi jenazah pencari ikan yang ditemukan tewas tersangkut jaring saat “mbranjang” di Desa Rowosari, Tuntang, Rabu (4/2/2026) pagi. Foto: Humas Polres Semarang
Petugas mengevakuasi jenazah pencari ikan yang ditemukan tewas tersangkut jaring saat “mbranjang” di Desa Rowosari, Tuntang, Rabu (4/2/2026) pagi. Foto: Humas Polres Semarang
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Seorang pencari ikan ditemukan meninggal dunia di area branjang ikan milik warga di kawasan Rawa Pening, tepatnya di Desa Rowosari, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Rabu (4/2/2026) dini hari. Korban diketahui bernama Natan Sutrisno (24), warga Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

Kapolsek Tuntang AKP Pri Handayani, menjelaskan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 03.00 WIB oleh dua rekan korban yang sebelumnya bersama-sama mencari ikan di lokasi tersebut.

“Berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 20.00 WIB, korban bersama dua rekannya berangkat dari rumah menuju Rawa Pening untuk “mbranjang”. Sekitar pukul 21.00 WIB, mereka sempat singgah di warung milik pemilik perahu dan meminta diantar ke lokasi branjang ikan,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Kamis (5/2/2026).

Setibanya di lokasi, ketiganya langsung melakukan aktivitas mencari ikan dengan menggunakan branjang atau jala yang dioperasikan dengan sistem katrol. Setelah mengantar, pemilik perahu kembali meninggalkan lokasi.

“Sekitar pukul 23.00 WIB, dua rekan korban tertidur di atas branjang, sementara korban masih dalam keadaan terjaga di tepi branjang,” terangnya.

Ia menambahkan, saat mencari ikan ketiganya sempat mengonsumsi minuman keras jenis tuak. Memasuki Rabu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, kedua saksi terbangun dan mendapati korban sudah tidak berada di sekitar branjang. Saat dilakukan pengecekan dengan menarik jaring branjang, saksi menemukan bagian kaki manusia. Setelah branjang diangkat, korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.

“Kedua rekan korban kemudian meminta bantuan nelayan yang melintas untuk membawa jenazah ke tepi rawa dan selanjutnya melaporkan peristiwa itu ke Polsek Tuntang,” imbuhnya.

Polsek Tuntang yang berkoordinasi dengan Puskesmas Tuntang menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan medis luar tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan akibat benda tajam maupun benda tumpul. Pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan visum dengan membuat surat pernyataan resmi. Selanjutnya, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (win)

BACA JUGA :

Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Daihatsu Ayla dan Mitsubishi L300 Pick Up bertabrakan di Simpang Empat Klampeyan, Noborejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Selasa (25/8/2026) siang. Kecelakaan terjadi saat Ayla hendak menyeberang Jalan Pertapaan Gedono dan bertabrakan dengan L300 yang melaju dari arah Tingkir menuju Kembang. Kedua pengemudi selamat tanpa luka.
Ayla VS L300 Adu Banteng, Pemilik Mobil hanya bisa Geleng - geleng
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga
Alami Laka Tunggal Rabu Dini Hari, Innova Tergelincir hingga Terbakar di JLS Salatiga
Alami Laka Tunggal Rabu Dini Hari, Innova Tergelincir hingga Terbakar di JLS Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon