KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan

Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan

Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan

Warga binaan beserta petugas Lapas Kelas II A Ambarawa mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8/2026). Foto: IST/ dok. Lapas Kelas II A Ambarawa.

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Rencana pemindahan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru hingga kini belum terealisasi. Persoalan status lahan menjadi hambatan utama pembangunan lapas baru yang telah direncanakan.

Kepala Lapas Kelas IIA Ambarawa, Subakdo Wulandoro mengatakan, lokasi yang disiapkan untuk relokasi berada di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa. Rencana tersebut juga telah mendapat kesepakatan dari pemerintah daerah.

Namun, lahan yang akan digunakan masih berstatus zona hijau.

“Sehingga pemanfaatannya untuk pembangunan lapas membutuhkan penyelesaian lebih lanjut,” ungkapnya di Ungaran, Senin (24/8/2026).

Menurut Subakdo, pihaknya bersama pemerintah daerah masih berkoordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertanian RI, terkait kemungkinan pemanfaatan lahan tersebut.

“Masih komunikasi dengan kementerian, khususnya Kementerian Pertanian, bagaimana tanah ini bisa dimanfaatkan untuk membangunkan lapasnya,” ujarnya.

Sembari menunggu kepastian relokasi, kondisi Lapas Kelas IIA Ambarawa saat ini masih menghadapi persoalan kelebihan penghuni. Kapasitas ideal lapas hanya mampu menampung 222 warga binaan.

Sementara jumlah penghuni yang ada telah mencapai 507 orang. Artinya, jumlah warga binaan lebih dari dua kali lipat dibandingkan kapasitas yang tersedia.

“Kami tetap berupaya memastikan kondisi kelebihan penghuni tidak menghambat proses pembinaan,” tandasnya.

Untuk sementara, operasional Lapas Kelas IIA Ambarawa juga masih memanfaatkan bangunan yang merupakan aset dengan penguasaan berada di bawah Kodam IV/Diponegoro. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Persoalan pengelolaan dan lelang tanah Bondo Deso di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berujung pada pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Pengaduan diajukan terkait masuknya tanah bengkok Kepala Dusun Borangan Heny Affandi dalam daftar lelang. Kedua pihak menyatakan siap memberikan keterangan dan dokumen kepada aparat penegak hukum.
Polemik Tanah Bondo Deso, Kadus Borangan, Mulai Babak Baru. Seperti apa?
Yakuza Maneges wilayah Salatiga dan Semarang menyiapkan pendampingan hukum serta posko pengaduan 24 jam bagi masyarakat yang menghadapi persoalan hukum atau menjadi korban kekerasan. Komitmen itu disampaikan usai deklarasi di Grand Wahid Hotel Salatiga, Sabtu (3/10/2026), dengan melibatkan pengacara untuk mendampingi korban tanpa melihat latar belakang pihak yang terlibat.
Deklarasi Yakuza Maneges Salatiga, Hadirkan Perubahan Positif, Berikan Manfaat Nyata di Masyarakat
[pekok2]