KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon

Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon

Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon

Petugas nemasang garis polisi di lokasi penemuan bayi perempuan di tepi Jalan Raya Jimbaran–Lemah Abang, Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Senin (24/8/2026) sore. Foto: IST/ Humas Polres Semarang.

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, dikejutkan dengan penemuan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026). Bayi tersebut ditemukan di kawasan depan makam Desa Pakopen, tepatnya di Jalan Raya Jimbaran–Lemah Abang, Dusun Pakopen, sekitar pukul 16.40 WIB.

Kapolsek Bandungan, Iptu Subedi mengatakan, bayi ditemukan oleh warga yang tengah mencari kayu bakar dan botol bekas di sekitar lokasi. Warga bernama Slamet (73) awalnya melihat sebuah bungkusan plastik berwarna putih. Setelah didekati, ternyata bungkusan tersebut berisi seorang bayi perempuan yang masih dalam kondisi hidup.

“Melihat kejadian tersebut, ia hendak melaporkan kepada Kades. Namun, karena di lapangan Desa Pakopen ada beberapa warga yang sedang kerja bakti, kejadian tersebut kemudian disampaikan kepada warga,” jelasnya saat dikonfirmasi, Selasa (25/8/2026).

Warga yang mengetahui penemuan tersebut kemudian segera memberikan pertolongan. Bayi selanjutnya dibawa ke tempat praktik bidan desa setempat yang berada tidak jauh dari lokasi untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis.

“Bayi diperkirakan baru lahir beberapa jam sebelum ditemukan, dengan tali pusar yang masih menempel dengan berat badan 3,1 kilogram dan panjang 48 sentimeter. Kondisinya sehat dan masih dalam penanganan,” katanya.

Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Bandungan langsung mendatangi lokasi penemuan. Hingga kini, Polres Semarang masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas orang tua serta pihak yang diduga meninggalkan bayi tersebut. (win)

Leave a Comment

Leave a Comment

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang