KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Terapkan Standar Prokes Ketat, SMPN 2 Tengaran Uji Coba PTM

Terapkan Standar Prokes Ketat, SMPN 2 Tengaran Uji Coba PTM

Terapkan Standar Prokes Ketat, SMPN 2 Tengaran Uji Coba PTM

Siswa dan siswi SMPN 2 Tengaran Kabupaten Semarang mengikuti pembelajaran tatap muka dengan menerapkan prokes ketat, Selasa (26/1/2021). (Foto/win)

UNGARAN – Siswa dan pengajar di SMP Negeri 2 Tengaran Kabupaten Semarang akhirnya bisa memuaskan dahaga belajar secara tatap muka di ruang kelas. Dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat, mereka mengawali pembelajaran tatap muka pada Selasa (26/1/2021).

Kepala SMPN 2 Tengaran, Waluya menuturkan selama masa pandemi pihaknya menerapkan sistem pembelajaran dalam jaringan (daring). Sistem pembelajaran tersebut mengalami kendala jika diterapkan kepada siswa yang berada di daerah terpencil, tidak memiliki fasilitas hp dan internet yang memadai. Oleh karena itu, hak belajar bagi mereka dipenuhi dengan pembelajaran luar jaringan (luring), baik guru yang berkunjung ke daerah tinggal siswa ataupun siswa yang datang langsung ke sekolah.

Khusus bagi siswa yang melaksanakan pembelajaran tatap muka, diwajibkan menerapkan prokes ketat, mulai dari wajib memakai masker, cuci tangan menggunakan sabun dan dicek suhunya menggunakan thermogun sebelum masuk ruangan kelas. Selain itu, satu ruangan kelas maksimal hanya diisi oleh 16 siswa dengan jarak yang diatur.

Sementara untuk jam belajar dimulai dari pukul 08.00 hingga 11.00 tanpa jam istirahat, sehingga para siswa dianjurkan membawa bekal makanan dan minuman dari rumah.

Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo menjelaskan, berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri maka pembelajaran secara tatap muka bisa dilaksanakan mulai Januari 2021.

Meski demikian, ada beberapa hal khusus yang harus diperhatikan. Di antaranya menerapkan prokes secara ketat, pembelajaran tatap muka dikhususkan bagi siswa kelas 6 SD dan IX SMP yang notabene akan menghadapi ujian akhir.

Pembelajaran tatap muka itu akan terus dievaluasi, jika ada lingkungan yang terpapar Covid-19 maka secara otomatis akan dihentikan. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menggelar Job Fair ke-49 pada 22–23 Oktober 2026 di Balairung UKSW, Salatiga, pukul 09.00–16.00 WIB. Kegiatan gratis dan terbuka untuk umum ini menghadirkan 393 lowongan dari lebih dari 35 perusahaan dan sekolah, serta menyediakan lokakarya karier, konsultasi kesiapan kerja, dan kesempatan mengikuti tes seleksi secara langsung.
393 Loker dari 35 Perusahaan Tersedia dalam Job Fair UKSW ke-49
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Hangus Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Ludes Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Semarang meminta rencana pengembangan panas bumi atau geotermal di kawasan Gedongsongo dan Sepakung dikaji ulang. Dalam audiensi dengan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (16/10/2026), PCNU menyoroti potensi dampak terhadap sumber mata air, pertanian, dan pariwisata serta mendorong studi banding ke daerah yang telah mengembangkan proyek serupa.
PCNU Kabupaten Semarang Minta Proyek Geotermal Dikaji Ulang, Ditengarai Ancam Pertanian dan Wisata
Pemerintah Kota Salatiga melalui Dinas Pendidikan menyalurkan insentif kesejahteraan kepada 1.009 guru dan tenaga kependidikan (GTK) Non-ASN dari berbagai jenjang pendidikan, Senin (19/10/2026). Dengan total alokasi anggaran Rp6,642 miliar, bantuan ini menjadi bentuk dukungan terhadap kesejahteraan pendidik. Wali Kota Robby Hernawan juga mendorong penguatan pendidikan karakter, pencegahan perundungan, serta adaptasi guru terhadap perkembangan teknologi.
Alhamdulillah! Pemkot Salatiga Berikan Insentif 1.009 Guru Non-ASN
[pekok2]