KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Ratusan Guru SIT Salatiga dan Kabupaten Semarang, Ikuti Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka

Ratusan Guru SIT Salatiga dan Kabupaten Semarang, Ikuti Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka

Ratusan Guru SIT Salatiga dan Kabupaten Semarang, Ikuti Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka

Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka Kekhasan SIT di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga dihadiri oleh ratusan guru Sekolah Islam Terpadu (SIT) selama dua hari. Program ini diinisiasi oleh bidang Penjaminan Mutu Pendidikan JSIT Korda Semarang 2 dengan harapan bahwa seluruh guru SIT mampu mengimplementasikan kurikulum merdeka dengan baik.
Foto dok IST
Sejumlah Guru dari SIT Salatiga dan Kabupaten Semarang, saat mengikuti Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka.

[@]Ratusan guru Sekolah Islam Terpadu (SIT) di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga mengikuti Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka Kekhasan SIT selama dua hari, (20-21/3/2023) di Kompleks Pondok Pesantren Nurul Islam Tengaran, Kabupaten Semarang.

Kegiatan ini merupakan inisiatif program dari bidang Penjaminan Mutu Pendidikan JSIT Korda Semarang 2, harapanya seluruh guru SIT mampu mengimplementasikan pembelajaran kurikulum merdeka dengan baik ditambahkan nilai-nilai kekhasan pembelajaran SIT.
Hadir sebagai narasumber tim trainer dari Pusdiklat JSIT Indonesia, Winarsih (jenjang TKIT), Widji Setyati (jenjang SDIT), dan Siti Nurjanah (jenjang SMPIT dan SMAIT).

Siti Nurjanah, Kepala SMPIT Robbani Kendal mengatakan bahwa dalam kurikulum merdeka belajar harus menjadikan pembelajaran sebagai pengalaman yang menyenangkan bagi peserta didik. Kurikulum disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik lingkungan lokal sehingga bisa tepat guna dan tepat sasaran.

“Kondisi lingkungan kita seperti apa harus tertuang dalam kurikulum operasional yang disusun untuk diterapkan. Pembelajaran dilakukan dengan kreatif, inovatif, dan menyenangkan,” ungkap Siti Nurjanah.

Erna, salah satu peserta mengatakan bahwa pelatihan ini dibutuhkan oleh para guru karena ada sekolah yang sudah menjadi sekolah penggerak dan ada yang belum. Implementasinya pun juga bertahap misal untuk SD kelas 1 dan 4, sedang SMP di kelas 7. Dengan begitu, masih banyak guru yang belum mengimplementasikan kurikulum merdeka sebagian masih menggunakan kurikulum 13.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk upgrade keilmuan dalam pembelajaran sesuai perkembangan kurikulum. Mengingat implementasi kurikulum merdeka di tingkat satuan pendidikan berbeda-beda secara bertahap,” kata Erna.

Kegiatan pelatihan dikemas menarik oleh panitia. Tidak hanya teori atau mendengarkan penjelasan tetapi para peserta secara aktif mengikuti diskusi. Bahkan setiap sesi para peserta mempraktikkan pembahasan yang disampaikan.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan keprihatinan atas dugaan perundungan yang menyebabkan seorang murid SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, meninggal dunia. Saat ditemui di Ungaran, Sabtu (10/10/2026), ia menegaskan pentingnya memperkuat budaya sekolah yang aman melalui kerja sama sekolah, keluarga, masyarakat, dan media serta meningkatkan pengawasan terhadap anak di ruang digital.
Kasus Dugaan Perundungan di SDN Kebondalem Pemalang, Mendikdasmen Sebut Tayangan di Media Turut Jadi Pemicu
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
[pekok2]