KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Cegah Bansos dan Jaminan Kesehatan Salah Sasaran, 8.000 Data Warga Meninggal Dibersihkan

Cegah Bansos dan Jaminan Kesehatan Salah Sasaran, 8.000 Data Warga Meninggal Dibersihkan

Cegah Bansos dan Jaminan Kesehatan Salah Sasaran, 8.000 Data Warga Meninggal Dibersihkan

Bupati Semarang Ngesti Nugraha. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang memperkuat pemutakhiran data kependudukan untuk memastikan bantuan sosial dan fasilitas kesehatan pemerintah tidak salah sasaran. Salah satu yang menjadi perhatian adalah masih adanya warga yang telah meninggal dunia, tetapi datanya masih tercatat sebagai penduduk aktif.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan, kondisi tersebut berpotensi membuat warga yang telah meninggal dunia masih tercatat sebagai penerima berbagai program pemerintah, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), hingga fasilitas pembayaran iuran jaminan kesehatan.

“Kami meminta petugas registrasi data di tingkat desa dan kelurahan bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) untuk kembali melakukan verifikasi data warga yang telah meninggal dunia. Kemudian ahli warisnya dibantu pemerintah desa atau kelurahan untuk segera mengusulkan pembuatan akta kematian,” kata Ngesti, dikonformasi di Ungaran, Selasa (6/10/2026).

Menurutnya, pembuatan akta kematian tidak dipungut biaya. Karena itu, masyarakat maupun ahli waris diharapkan tidak menunda pengurusan dokumen tersebut.

“Akta kematian juga gratis,” ujarnya.

Ngesti menyampaikan apresiasi kepada Dispendukcapil serta para petugas registrasi data desa dan kelurahan yang selama ini membantu pemerintah daerah melakukan aktualisasi data kependudukan.

Sementara itu, Kepala Dispendukcapil Kabupaten Semarang Tajudin Noor mengatakan, sejak akhir September 2023 pihaknya telah melakukan pemutakhiran terhadap lebih dari 8.000 data warga yang telah meninggal dunia.

“Selama ini, ribuan warga tersebut masih tercatat dalam administrasi kependudukan sebagai penduduk hidup karena ahli waris belum mengurus akta kematian dengan berbagai alasan,” kata Tajudin.

Bahkan, lanjutnya, sebagian di antaranya masih tercatat mendapatkan fasilitas pembayaran iuran jaminan kesehatan yang ditanggung pemerintah. “Cleansing” data tersebut dilakukan Dispendukcapil bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, Dinas Sosial dan sejumlah instansi terkait. Data warga yang telah meninggal kemudian dikeluarkan dari daftar penerima fasilitas jaminan kesehatan maupun bantuan sosial lainnya.

“Hasil pemutakhiran data ini juga mendukung pencapaian Universal Health Coverage jaminan kesehatan nasional di Kabupaten Semarang,” ungkapnya.

Tajudin menambahkan, proses pembersihan data kini semakin mudah karena dapat dilakukan oleh petugas melalui Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). Dengan sistem tersebut, pihaknya terus berupaya memastikan setiap warga yang meninggal dunia segera diperbarui status kependudukannya sekaligus diterbitkan akta kematiannya.

“Sehingga nyaris tidak ada warga yang meninggal dunia yang tidak diterbitkan akta kematiannya,” tandasnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong peningkatan kesejahteraan anggota Linmas melalui perluasan kesempatan kerja sebagai tenaga keamanan dan kebersihan. Hal itu disampaikan saat Apel Besar Aslinmas dan Abpedmas se-Jawa Tengah di Stadion Pandanaran Wujil, Kabupaten Semarang, Rabu (30/9/2026), yang diikuti lebih dari 7.000 anggota Linmas.
Saat Peserta Apel Aslinmas Berebut Ajak Foto KDM dan Sherly Tjoanda
Toyota Land Cruiser LC 300 menjadi salah satu kendaraan yang menarik perhatian pengunjung GIIAS Semarang 2026 di Muladi Dome Universitas Diponegoro, Rabu (30/9/2026). SUV premium tersebut diperkenalkan kepada masyarakat Jawa Tengah dengan menawarkan perpaduan desain gagah, kabin mewah, performa kuat, serta kemampuan off-road.
Land Cruiser LC 300 Mencuri Perhatian di GIIAS Semarang 2026
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7 derajat Celsius dengan kelembapan 75 persen. Hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan bagian tengah dan sekitarnya, sementara risiko kebakaran hutan dan lahan tetap perlu diwaspadai.
06 Oktober 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Pegunungan Jawa Tengah
[pekok2]