RASIKAFM.COM | UNGARAN – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, mulai menarik minat masyarakat sejak beroperasi. Harga kebutuhan pokok yang relatif lebih murah dibandingkan tempat lain menjadi daya tarik bagi warga, termasuk pelaku usaha kecil yang membutuhkan pasokan bahan baku untuk berjualan.
Salah satunya Luluk (50), penjual gorengan asal Desa Bergas Kidul. Ia mengaku memilih berbelanja di KDMP setempat karena harga sejumlah barang, terutama minyak goreng, lebih terjangkau.
“Bagus, kualitasnya juga bagus semua. Minyaknya juga lebih miring. Di tempat lain sampai Rp41.000-Rp42.000, di sini cuma Rp38.000-Rp39.000,” ujarnya ditemui di sela kegiatan Kunjungan Kerja Gubernur Jawa Tengah di KDMP Bergas Kidul, Selasa (20/10/2026).
Menurut Luluk, harga yang lebih murah cukup membantu dirinya memenuhi kebutuhan usaha sehari-hari. Selain itu, lokasi koperasi yang dekat dengan tempat tinggalnya membuat ia tidak perlu pergi jauh ke pasar untuk mendapatkan bahan baku.
“Kadang kalau ke pasar kejauhan, di Pasar Karangjati. Di sini lebih murah dan lebih dekat,” katanya.
Antusiasme warga tersebut mendapat perhatian Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat meninjau operasionalisasi KDMP Bergas Kidul. Ia menegaskan, keberadaan koperasi desa harus dipastikan mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus memberikan manfaat nyata bagi perekonomian desa.
Menurut Luthfi, pemerintah akan melakukan evaluasi secara bertahap terhadap operasional KDMP, mulai dari ketersediaan barang, pasokan dari Bulog, pupuk, hingga pemenuhan sarana dan prasarana pendukung.
“Bahan pokok penting yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat desa di mana KDMP berdiri harus ada dan lengkap,” tegasnya.
Ia menyebutkan, dari sekitar 8.523 KDMP di Jawa Tengah, sebanyak 5.000 ditargetkan sudah dapat beroperasi, sedangkan sekitar 3.000 lainnya masih memerlukan penyelesaian berbagai kendala. Permasalahan yang ditemukan di antaranya keterbatasan listrik, kendaraan operasional, serta ketersediaan barang dagangan. Untuk mempercepat operasionalisasi, para pengelola KDMP yang belum berjalan akan diarahkan belajar kepada koperasi yang sudah beroperasi.
“Para manajer yang belum operasional akan belajar di KDMP yang sudah berjalan. Dengan begitu, mereka akan tahu apa yang harus dilakukan. Prinsipnya, dua minggu ke depan mereka sudah operasional semua, khusus untuk wilayah Kabupaten Semarang,” ujar Luthfi.
Selain menyediakan kebutuhan pokok, Luthfi mendorong KDMP berperan sebagai offtaker atau penyerap produk lokal desa. Dengan demikian, koperasi tidak hanya menjadi tempat penjualan barang, tetapi juga membuka akses pemasaran bagi hasil produksi masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“KDMP merupakan offtaker daripada kegiatan produk-produk desa, termasuk di dalamnya UMKM,” katanya.
Kepala Desa Bergas Kidul, Heri Nugroho, menyambut baik perhatian pemerintah provinsi terhadap operasionalisasi KDMP di wilayahnya. Ia berharap koperasi tersebut dapat menjadi tulang punggung perekonomian desa sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat. Namun, Heri mengingatkan agar pengelolaan koperasi tidak justru mematikan usaha warga yang telah berjalan. Sebaliknya, pelaku usaha lokal diharapkan dapat dilibatkan sebagai pemasok maupun mitra distribusi.
“Jangan sampai mematikan usaha masyarakat kami yang saat ini sudah berjalan karena menjadi penghasilan bagi masyarakat. Harapannya, mereka bisa menjadi pendukung atau distributor di desa kami untuk menumbuhkembangkan ekonomi, khususnya di bidang perdagangan,” jelasnya.
Heri juga berharap potensi lokal, mulai dari sayur-mayur, hasil panen, hingga peternakan, dapat dipasarkan melalui KDMP. Kerja sama antarkoperasi desa di Kabupaten Semarang maupun wilayah lain di Jawa Tengah dinilai dapat memperluas jangkauan pemasaran produk lokal.
“Ini memerlukan koordinasi antara pengelola KDMP, pemerintah desa, pemerintah daerah, serta pemerintah provinsi. Pendataan potensi desa dan penataan manajemen distribusi barang juga perlu dilakukan agar operasional koperasi berjalan efektif,” lanjutnya.
Heri menambahkan, Desa Bergas Kidul siap menjadi tempat belajar bagi pengelola KDMP dari desa lain, terutama terkait tata kelola dan manajemen operasional.
“Tenaga kerja lokal kami sudah dilatih. Mudah-mudahan bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain, sehingga ilmu dan tata kelolanya bisa diaplikasikan di KDMP lainnya,” pungkasnya. (win)










