KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Dari Beasiswa hingga Insentif Guru Ngaji, Ini Dukungan Jateng untuk Pesantren

Dari Beasiswa hingga Insentif Guru Ngaji, Ini Dukungan Jateng untuk Pesantren

Dari Beasiswa hingga Insentif Guru Ngaji, Ini Dukungan Jateng untuk Pesantren

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Gus Yusuf dalam acara Jateng Bersholawat memperingati Hari Santri Nasional 2026 di Kota Tegal.

TEGAL – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya peran santri dalam menjaga bangsa sekaligus menyiapkan generasi masa depan. Dukungan terhadap pesantren, santri, dan guru agama pun terus diperkuat melalui beasiswa, insentif, serta bantuan sarana pendidikan.

Hal itu disampaikan Ahmad Luthfi saat menghadiri Jateng Bersholawat dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Provinsi Jawa Tengah di Jalan Pancasila, Kota Tegal, Rabu (21/10/2026).

Menurut Luthfi, Hari Santri bukan sekadar momentum mengenang perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan, tetapi juga pengingat atas tanggung jawab mereka dalam membangun masa depan bangsa.

“Hari Santri ini untuk mengenang dan menghormati Resolusi Jihad dalam melawan penjajah yang dulu dilaksanakan oleh Hadratus Syeikh Hasyim Asy’ari dan para santri,” ujarnya.

Jawa Tengah memiliki sekitar 5.400 pondok pesantren dengan 555 ribu santri. Potensi tersebut dinilai sebagai modal sosial yang perlu diperkuat agar pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga melahirkan generasi yang berkontribusi di berbagai bidang.

Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah adalah melalui program Pesantren Obah, termasuk pemberian beasiswa bagi santri dan pengasuh pesantren.

Pada 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp6,8 miliar untuk beasiswa pendidikan di dalam dan luar negeri. Dari 942 pendaftar, sebanyak 15 santri dinyatakan lolos untuk melanjutkan pendidikan ke Mesir, Yaman, dan Tiongkok.

Selain itu, sebanyak 424 santri yang menempuh pendidikan di Ma’had Aly juga menerima beasiswa. Dukungan turut diberikan kepada santri penggerak yang aktif dalam organisasi intra maupun ekstra kampus dan tetap tinggal di pesantren.

Pemprov Jateng juga melanjutkan program insentif guru agama, tali asih bagi santri penghafal Al-Qur’an, serta hibah dan bantuan renovasi pondok pesantren dan masjid.

Pada 2025, insentif guru agama diberikan kepada 230.830 penerima, masing-masing sebesar Rp1,2 juta per tahun, dengan total anggaran sekitar Rp277 miliar. Program tersebut berlanjut pada 2026.

Santri Bertugas Menjaga Bangsa dan Umat

Dalam acara tersebut, Pengasuh Asrama Perguruan Islam (API) Pondok Pesantren Salaf Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Muhammad Yusuf Chudlori atau

Gus Yusuf, mengingatkan kembali peran santri, kiai, dan ulama dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Ia menegaskan, santri dan ulama memiliki dua tugas utama, yakni menjaga bangsa dan menjaga umat.

Gus Yusuf juga menyinggung kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatra, serta kebakaran di Gunung Sumbing. Ia mengajak masyarakat mendoakan agar berbagai musibah tersebut segera berakhir sekaligus mendorong penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.

“Kita berdoa untuk saudara di Kalimantan dan Sumatra. Kita juga meminta kepada pemerintah dalam rangka menjaga bangsa, orang serakah yang membakar hutan dan lahan agar segera ditangkap dan diadili demi kemajuan Indonesia. Santri punya tugas juga untuk menjaga bangsa dan menjaga umat,” katanya.

Menurut Gus Yusuf, tugas menjaga umat dapat dilakukan melalui ilmu dan pendidikan. Karena itu, ia mengapresiasi perhatian Pemprov Jateng terhadap pesantren, santri, dan guru ngaji, sembari meminta dukungan tersebut terus ditingkatkan.

“Pesantren masih butuh perhatian lebih, butuh rekognisi, jangan setengah-setengah kalau mau melindungi santri. Pemerintah harus berterima kasih pada kiai di kampung, guru ngaji di madin dan madrasah, dan guru di sekolah karena beliau-beliau yang menjaga umat dari kerusakan,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Ahmad Luthfi hadir bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, Wakil Wali Kota Tegal Iin Tazkiyatul Muthmainnah, jajaran Forkopimda, serta sejumlah kepala daerah di Jawa Tengah.

Jateng Bersholawat juga menghadirkan Gus Yusuf, Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar atau Gus Kautsar, dan Habib Bidin yang memberikan tausiyah serta memimpin selawat bersama.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menggelar Job Fair ke-49 pada 22–23 Oktober 2026 di Balairung UKSW, Salatiga, pukul 09.00–16.00 WIB. Kegiatan gratis dan terbuka untuk umum ini menghadirkan 393 lowongan dari lebih dari 35 perusahaan dan sekolah, serta menyediakan lokakarya karier, konsultasi kesiapan kerja, dan kesempatan mengikuti tes seleksi secara langsung.
393 Loker dari 35 Perusahaan Tersedia dalam Job Fair UKSW ke-49
Satreskrim Polres Semarang mengamankan seorang mantan marketing objek wisata Dusun Semilir berinisial OW (23), warga Kabupaten Purworejo, yang diduga menggelapkan dana perusahaan hingga Rp100 juta melalui pencairan cashback fiktif. Modusnya, pengunjung mandiri dicatat seolah-olah rombongan biro perjalanan agar memenuhi syarat pencairan cashback. Polisi masih mendalami aliran dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Manipulasi Data Pengunjung Wisata, Mantan Marketing Dusun Semilir Gelapkan Uang Perusahaan Ratusan Juta
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Hangus Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Ludes Terbakar, Kerugian 1 Milyar
[pekok2]