RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan anggaran hampir Rp71 miliar untuk pengadaan 1.507 alat dan mesin pertanian (alsintan). Bantuan tersebut disalurkan kepada kelompok tani dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) di berbagai daerah sebagai upaya mempercepat modernisasi sektor pertanian.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, mengatakan pengadaan ribuan alsintan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemprov Jateng dalam mendukung peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha tani.
“Parade alat mesin pertanian ini merupakan wadah edukatif dan promotif untuk memperkenalkan secara komprehensif kepada masyarakat sebagai bentuk keseriusan Pemprov Jateng dalam mendukung modernisasi sektor pertanian,” ujarnya dalam kegiatan Parade Alsintan di Lapangan Taru Budaya Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa (3/11/2026).
Adapun 1.507 unit alsintan yang disiapkan terdiri dari 10 unit rice transplanter, 10 unit combine harvester, 30 unit traktor roda empat, 80 unit hand traktor singkal, 74 unit kultivator, dan 80 unit traktor crawler. Selain itu, terdapat 100 unit pompa air diesel, 28 unit alat pencacah pupuk organik, serta 1.005 unit hand sprayer elektrik.
Menurut Tavares, pemanfaatan alsintan modern dapat memangkas waktu pengerjaan lahan sekaligus menekan biaya produksi. Efisiensi usaha tani diperkirakan mencapai 40 hingga 50 persen dibandingkan metode konvensional.
“Yang biasanya dikerjakan mungkin 20 orang, dengan penerapan alat mesin ini hanya dikerjakan sekitar dua orang saja,” jelasnya.
Modernisasi juga dinilai mampu menekan kehilangan hasil pertanian atau losses. Jika sebelumnya potensi kehilangan hasil mencapai 10 persen, penggunaan teknologi pertanian dapat menurunkannya hingga maksimal 2 persen. Dengan demikian, produktivitas dan pendapatan petani diharapkan meningkat. Pemanfaatan teknologi tersebut juga diharapkan menarik minat generasi muda, khususnya milenial dan Gen Z, untuk terjun ke sektor pertanian.
“Ini ingin membuktikan bahwa bertani di era modern itu keren, cerdas, dan menjanjikan secara ekonomi,” katanya.
Selain bantuan pengadaan, Pemprov Jateng juga menyediakan layanan peminjaman alsintan melalui Balai Mekanisasi dan Modernisasi Pertanian.
Layanan tersebut tersebar di sejumlah wilayah, yakni Solo, Pati, Petarukan, dan Banyumas.
“Petani dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk mendukung berbagai tahapan usaha tani, mulai dari pengolahan lahan hingga panen,” bebernya.
Sementara itu, Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan apresiasi atas bantuan alsintan dari Pemprov Jateng. Menurutnya, bantuan tersebut akan dimanfaatkan kelompok tani penerima untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan pertanian.
“Alhamdulillah, hari ini kami mendapat bantuan dari Bapak Gubernur Jawa Tengah melalui Dinas Pertanian dan Peternakan. Alsintan ini nantinya dipakai untuk mendukung pertanian agar lebih efektif dan efisien, sehingga penghasilan petani juga meningkat,” ujarnya.
Ngesti mencontohkan, penggunaan mesin pertanian dapat mempercepat proses pengolahan lahan. Pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu hingga empat hari, diharapkan bisa diselesaikan dalam dua hari.
“Selain itu, juga dapat menekan biaya operasional serta mengurangi kehilangan hasil saat panen. Nanti juga kita dorong dengan pupuk organik dan yang lainnya,” kata Ngesti. (win)












