KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Dua Perempuan Jadi Korban Begal Payudara di Ungaran, Polisi Buru Pelaku

Dua Perempuan Jadi Korban Begal Payudara di Ungaran, Polisi Buru Pelaku

Dua Perempuan Jadi Korban Begal Payudara di Ungaran, Polisi Buru Pelaku

Dua wanita di Ungaran, Kabupaten Semarang menjadi korban tindak asusila berupa begal payudara oleh pelaku tak dikenal. Aksi tersebut terjadi di kawasan Sembungan, Ungaran Barat dan terekam oleh kamera CCTV. Kejadian ini merupakan peristiwa kedua setelah serupa terjadi di Kelurahan Genuk. Polisi sedang menyelidiki kasus ini dan mengimbau masyarakat agar waspada.
(Foto/ tangkapan layar video warga)
Seorang perempuan menjadi korban pelecehan seksual begal payudara di sebuah toko kelontong kawasan Sembungan, Ungaran Barat, Senin (5/6/2023).

[@]Dua orang perempuan warga Ungaran, Kabupaten Semarang menjadi korban tindak asusila berupa begal payudara oleh seseorang tak dikenal. Aksi pelecehan seksual itu terekam kamera CCTV di sebuah toko kawasan Sembungan, Ungaran Barat pada Senin (5/6/2023) sekira pukul 11.51 WIB.

Diketahui, kejadian tersebut merupakan peristiwa kedua setelah sebelumnya terjadi aksi serupa di Kelurahan Genuk pada hari yang sama sekira pukul 11.10 WIB. Adapun korban pertama yaitu AS (27) warga Kelurahan Genuk. Saat kejadian, korban mengendarai sepeda motor bersama anaknya. Tiba tiba dipepet dan didahului oleh pelaku yang serta merta melakukan tindakan asusila.

“Korban kedua adalah KY (25) warga Boyolali yang kos di daerah Sembungan. Saat korban bersama anaknya berada di sebuah toko kelontong, tiba-tiba pelaku berhenti di samping pelaku dan melakukan pelecehan seksual,” ujar Kapolsek Ungaran AKP Giri Nurwantono saat dikonfirmasi, Rabu (7/6/2023).

Dijelaskan Giri, pihaknya telah mengumpulkan keterangan dari korban dan saksi mata. Selain itu, ia juga telah memerintahkan Unit Reskrim Polsek Ungaran dan Bhabinkamtibmas setempat untuk melakukan olah TKP dan mengecek CCTV yang terpasang di sejumlah titik.

“Kami tetap upayakan penyelidikan dan koordinasi dengan Satreskrim Polres Semarang. Mudah-mudahan pelakunya bisa segera tertangkap,” ungkapnya.

Terkait dugaan adanya dua korban kejahatan seksual di lokasi berdekatan dalam satu waktu, Giri menduga bahwa pelaku merupakan orang yang sama.

“Benar ada dua korban, pas hari Senin ada kejadian di Gowongan dan Sembungan. Sepertinya pelaku yang sama karena dari helm, jaket maupun kendaraan identik,” sambungnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat terutama perempuan agar tidak bepergian sendirian. Selalu meningkatkan kewaspadaan apabila melintas di lokasi yang sepi.

“Jangan segan untuk melapor ke kantor polisi terdekat apabila menemui atau mengalami hal tersebut,” tandasnya. (win)

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Pemkot Semarang menertibkan sekitar 57 pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Kaligawe Raya hingga perbatasan Demak, Selasa (3/11/2026). Penertiban dilakukan untuk membuka akses normalisasi drainase sepanjang hampir empat kilometer yang terhambat bangunan dan sampah. Langkah ini diharapkan memperlancar aliran air serta mengurangi potensi banjir di kawasan Kaligawe dan Genuk.
Penertiban PKL Kaligawe hingga Perbatasan Sayung Berlangsung Kondusif, Normalisasi Drainase Segera Dilakukan
Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan hampir Rp71 miliar untuk pengadaan 1.507 alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi kelompok tani dan Gapoktan di berbagai daerah. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng Defransisco Dasilva Tavares menyebut bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, serta mempercepat modernisasi pertanian.
Pemprov Jateng Salurkan Ribuan Alsintan Modern, Dorong Minat Gen Z Terjun ke Sektor Pertanian
Ungaran Innovative Expo 2026 Wadah 107 Inovator Bumi Serasi Menuju Kabupaten Sangat Inovatif
Ungaran Innovative Expo 2026: Wadah 107 Inovator Bumi Serasi Menuju Kabupaten Sangat Inovatif
Universitas Kristen Satya Wacana mengajak generasi muda memahami investasi secara rasional melalui Seminar Nasional Now or Never 2026 bertema Beyond the Price, Finding Value, and Building Wealth in Uncertain Markets. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Investor Club Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UKSW ini menghadirkan investor Lo Kheng Hong, Legendary Value Investor Indonesia dan akademisi Profesor Budi Frensidy, Komisaris Utama Samuel Tumbuh Bersama, sebagai narasumber, Rabu (04/11/2026), di Auditorium Fakultas Teknologi Informasi (FTI) UKSW. Dalam seminar yang diikuti 350 peserta ini, kedua narasumber mengajak peserta memahami investasi saham dengan mempertimbangkan nilai intrinsik, kualitas perusahaan, prospek bisnis, dan risiko investasi. Dalam pemaparannya, Profesor Budi Frensidy menekankan bahwa keputusan investasi perlu didasarkan pada perbandingan antara nilai intrinsik dan harga pasar suatu aset. Menurutnya, investor tidak cukup hanya melihat harga saham, tetapi perlu memperkirakan nilai perusahaan melalui analisis fundamental. “Kita mencari saham atau aset yang nilainya di atas harganya,” tegasnya. Budi mengulas sejumlah pendekatan dalam penilaian saham, antara lain discounted cash flow, kelipatan harga (price multiple), dan residual income. Berbagai metode tersebut dapat membantu investor memperkirakan nilai perusahaan dengan mempertimbangkan arus kas, kinerja, serta prospek bisnis. Ia juga mengingatkan bahwa hasil valuasi dapat berbeda bergantung pada metode dan asumsi yang digunakan. Sementara itu, Lo Kheng Hong membagikan pengalaman panjangnya berinvestasi di pasar modal Indonesia. Ia mengulas perjalanan investasinya serta sejumlah periode penurunan pasar yang justru dinilainya sebagai peluang bagi investor untuk menemukan saham perusahaan berkualitas dengan harga menarik. “Saham is the best choice,” ungkapnya, menegaskan pandangannya terhadap investasi saham. Menurutnya, penurunan harga saham tidak selalu harus disikapi dengan kepanikan, tetapi perlu dianalisis berdasarkan kondisi dan kualitas perusahaan. Dalam memilih perusahaan untuk investasi, Lo Kheng Hong menekankan pentingnya memperhatikan integritas dan kompetensi manajemen, kualitas bisnis, serta prospek perusahaan. Ia juga memperkenalkan konsep sleeping shareholder, yakni menjadi pemegang saham perusahaan berkualitas dan memperoleh manfaat dari pertumbuhan bisnis maupun pembagian dividen tanpa harus terlibat langsung dalam operasional perusahaan. Melalui kedua pemaparan tersebut, peserta memperoleh gambaran bahwa investasi membutuhkan pengetahuan, kesabaran, dan kemampuan mengambil keputusan berdasarkan analisis. Pemahaman terhadap perusahaan yang dipilih menjadi salah satu hal penting agar investor tidak sekadar mengikuti tren atau pergerakan harga pasar. Wakil Rektor Bidang Keuangan, Infrastruktur, dan Perencanaan (WR KIP) UKSW Priyo Hari Adi, menyampaikan bahwa kehadiran dua narasumber memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar investasi dari perspektif akademik dan pengalaman praktis. Ia berharap seminar ini mendorong mahasiswa mengelola keuangan secara cakap dan berintegritas, serta mengambil keputusan investasi dengan mempertimbangkan manfaat dan risikonya. Ia juga mengingatkan bahwa tujuan investasi bukan semata-mata memperoleh keuntungan sebesar-besarnya, melainkan mencapai hasil yang optimal dengan mempertimbangkan risiko. “Dalam pasar modal, kita tidak boleh hanya berbicara mengenai hasil yang maksimal, tetapi hasil yang optimal karena selalu ada manfaat sekaligus risiko,” ungkapnya. Dekan FEB UKSW Dr. Yefta Andi Kus Noegroho turut mengingatkan peserta agar mencermati perkembangan pasar dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan investasi. Pemahaman terhadap kondisi perusahaan dan dinamika pasar menjadi bekal penting sebelum menentukan langkah investasi.
Seminar Nasional Now or Never 2026, Lo Kheng Hong dan Budi Frensidy Hadir di UKSW
[pekok2]