KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Dibangun Oleh Laskar Diponegoro, Masjid Damarjati Masuk Dalam Masjid Tertua di Salatiga

Dibangun Oleh Laskar Diponegoro, Masjid Damarjati Masuk Dalam Masjid Tertua di Salatiga

Dibangun Oleh Laskar Diponegoro, Masjid Damarjati Masuk Dalam Masjid Tertua di Salatiga

Masjid Damarjati, yang terletak di Dukuh Krajan RT 02 RW 05, Kelurahan Salatiga, diyakini sebagai salah satu masjid tertua di Kota Salatiga, selain Masjid Al Atiq yang diduga juga dibangun di tahun yang sama pada masa Pangeran Diponegoro.
( foto dok IST)
Masjid Damarjati di kampung Krajan merupakan peninggalan laskar Pangeran Diponegoro.

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Keberadaan Masjid Damarjati yang terletak di Dukuh Krajan RT 02 RW 05, Kelurahan Salatiga diyakini sebagai salah satu masjid tertua di Kota Salatiga, selain Masjid Al Atiq yang diperkirakan juga dibangun di tahun yang sama di era Pangeran Diponegoro.

Menurut sejarah masjid tersebut tidak lepas dari sejarah perlawanan Pangeran Diponogoro dalam mengusir penjajah Belanda di tanah Jawa.

Berdasarkan cerita turun temurun yang dahulu sempat diterima sesepuh setempat Mbah Yahya, masjid tersebut dibangun oleh dua orang yang merupakan panglima perang pasukan Pangeran Diponegoro yaitu Kyai Ronosentiko dan Kyai Sirojudin pada tahun 1826 masehi. Kedua orang tersebut diyakini berasal dari Mataram.

Dalam perlawanannya terhadap penjajah Belanda, kedua orang panglima perang yang juga sebagai ulama tersebut tidak melakukan perlawanan secara frontal. Bisa dikatakan melalu gerakan bawah tanah.

Lazimnya tokoh perlawanan jaman dahulu,supaya gerak-geriknya tidak diketahui oleh Belanda, maka saat membuka perkampungan baru bersama beberapa laskarnya di Dukuh Krajan,Kyai Sirojudin memakai nama samaran yaitu Kyai Damarjati. Sedangkan Kyai Ronosentiko membuka perkampungan baru di daerah Bancaan, Salatiga, sekitar 4 km dari Masjid Damarjati.

Nama itu sengaja dipakai Sirojudin untuk mengelabuhi Belanda, karena ia dan Kyai Ronosentiko merupakan panglima yang dicari-cari Belanda. Saat itu Belanda dibuat kalang-kabut oleh perlawanan Pangeran Dipongoro yang banyak mendapat dukungan dari semua lapisan masyarakat di Jawa Tengah dan sekitarnya.

Selain sebagai panglima perang, karena Kyai Damarjati juga seorang ulama, maka saat membuka perkampungan baru itu, ia bersama laskarnya yang diyakini berjumlah puluhan orang, namun tinggalnya menyebar, membangun sebuah langgar (masjid kecil). Karena dengan adanya tempat ibadah tersebut, Kyai Damarjati juga bisa menyebarkan Agama Islam kepada masyarakat sekitar. Ia juga mengajari warga untuk mengaji dan memeperdalam ilmu agama Islam.

Namun saat itu masjid yang dibangun oleh Kyai Damarjati itu masih sangat sederhana, terbuat dari papan kayu dan bambu. Atapnya pun masih terbuat dari sirap ( daun kelapa). Luasnya hanya sekitar 6 meterx 6 meter persegi.

Lambat laun, masjid sederhana itu mampu menarik jamaah dari masyarakat sekitarnya, sehingga perkembangan jamaahnya semakin pesat. Kyai Damarjati menetap di sekitar masjid hingga akhir hayatnya. Oleh para pengikut dan warga, ia dimakamkan di sebelah selatan seberang masjid yang dibangunnya.Untuk mengabadikan namanya, maka nama masjid tersebut dinamakan Masjid Damarjati.

Sepeninggal Kyai Damarjati, masjid yang didirikan olehnya masih tetap terawat dengan baik, kandati bangunannya masih sangat sederhana. Hanya terbuat dari papan kayu dan bambu.

Seiring perkembangan kota,banyak donatur yang peduli dengan keberadaan masjid bersejarah itu. Pada tahun 1978, masjid tersebut mendapat perhatian dari sejumlah donator, tokoh agama dan pemerintah daerah untuk dipugar.

Berdasarkan prasasti yang ada di masjid tersebut, pemugaran masjid itu kali pertama dilakukan oleh Panitia Sembilan dan baru diresmikan pada tahun 1981 oleh Komandan Korem Salatiga saat itu dan pejabat Pemerintah Kota Salatiga.

Renovasi masjid bersejarah tersebut juga sudah dilakukan tidak hanya sekali, namun sudah beberapa kali. Saat ini luas bangunan masjid dimaksimalkan sampai full. Kanan, kiri dan belakang bangunan masjid itu sudah mentok bangunan rumah warga.“ Jadi bangunan kuno Masjid Damarjati sudah tidak ada yang tersisa, karena dulu dibuat dengan sederhana, maka dimakan oleh waktu. Setelah pemugaran, semuanya menjadi baru,” kata Samsul kepada wartawan.

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Bakal calon Kepala Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Hermawan Sigit atau Nanang, menyiapkan sejumlah gagasan pembangunan yang mencakup perbaikan tata kelola pemerintahan, pengembangan UMKM, optimalisasi wisata lokal, dan pengelolaan sampah rumah tangga. Ia mengusung visi masyarakat religius, maju, sejahtera, dan mandiri dengan mengedepankan partisipasi warga serta penerapan program secara bertahap.
Bertarung dalam Pilkades Cukilan, Hermawan Sigit siapkan sejumlah Jurus Jitu, “urip kudu urup”
Persaingan cabang olahraga biliar dalam Porprov Jawa Tengah XVII 2026 di Kabupaten Semarang menghadirkan kejutan dengan tumbangnya sejumlah atlet unggulan. Hingga Rabu (28/10/2026), sebanyak 10 dari 15 nomor pertandingan telah selesai digelar. Sebanyak 112 atlet dari 29 kabupaten/kota mengikuti kompetisi yang berlangsung di J_Pool Billiard and Cafe dan Kingdom Billiard hingga Jumat (30/10/2026).
Kejutan di Cabor Biliar Porprov Jateng XVII, Sejumlah Unggulan Tumbang
BMKG memprakirakan cuaca Semarang pada Kamis, 29 Oktober 2026, pukul 07.00–19.00 WIB, cerah berawan hingga berawan pada pagi sampai siang hari, kemudian umumnya berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang pada sore hingga awal malam. Angin bertiup dari barat laut hingga timur dengan kecepatan 10–30 km/jam, suhu udara 27–34 derajat Celsius, dan kelembapan 45–90 persen.
29 Oktober 2026: Semarang Berpotensi Hujan, Jateng Waspadai Cuaca Ekstrem
Aisha Sofia Azzahra terpilih sebagai ketua pertama Forum Komunikasi OSIS SMP Kota Salatiga dalam musyawarah di Gedung DPRD Salatiga, Senin (2/11/2026). Kepengurusan yang dibentuk bersama Masyarakat Vokasi Indonesia (MAVI) tersebut menyiapkan program Salatiga Saling Jaga untuk mencegah perundungan dan mengenalkan jalur pelaporan yang aman bagi siswa.
Aisha Pimpin Forum OSIS SMP Salatiga, Usung Program Pencegahan Perundungan
[pekok2]