KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Belanja Pakai Upal, Wanita asal Salatiga ini Diamankan Pedagang Pasar Raya 2

Belanja Pakai Upal, Wanita asal Salatiga ini Diamankan Pedagang Pasar Raya 2

Belanja Pakai Upal, Wanita asal Salatiga ini Diamankan Pedagang Pasar Raya 2

Foto dok tangkapan layar
TN terduga pemilik uang palsu saat diamankan pedagang di Pasar raya 2 Salatiga

RASIKAFM.COM | SALATIGA – seorang wanita paruh baya warga Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, TN -42 ditangkap oleh pedagang pasar.

Pasalnya, ia membeli sejumlah barang dengan uang palsu di Pasar Raya 2 Salatiga pada Jumat (12/7/2024) pagi sekitar pukul 08.30 WIB.

Kapolres Salatiga, AKBP Aryuni Novitasari, melalui Plh Kasi Humas Ipda Sutopo mengungkapkan, kasus uang palsu bermula ketika TN datang ke tempat berjualan korban untuk membeli satu kantong buah jeruk seharga Rp 30 ribu.

“TN menyerahkan satu lembar uang pecahan Rp 100 ribu kepada korban. Kemudian korban memberikan uang kembalian sebanyak Rp 70 ribu,” kata Ipda Sutopo saat dikonfirmasi wartawan.

Saat menerima uang dari pelaku, korban merasa curiga karena tinta pada uang tersebut luntur dan kusam. Korban kemudian meminta uang itu kembali.

“Saat uang diminta kembali, pelaku justru mencoba melarikan diri. Kemudian para pedagang mengamankan TN,” jelasnya.

lalu petugas keamanan pasar menghubungi Polres Salatiga untuk melaporkan peristiwa tersebut.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat serta uang kembalian hasil pembelian barang sebanyak Rp 4.075.300, satu kantong besar berisi sayuran, daging, dan bahan sembako lainnya.

Polisi juga mengamankan puluhan lembar uang pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu yang diduga palsu.

“Saat diperiksa, pelaku mengakui semua barang bukti yang hendak diedarkan. Selanjutnya, pelaku beserta barang bukti dibawa ke Polres Salatiga untuk pengusutan lebih lanjut,” tutupnya.

Pengamanan terduga upal

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan keprihatinan atas dugaan perundungan yang menyebabkan seorang murid SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, meninggal dunia. Saat ditemui di Ungaran, Sabtu (10/10/2026), ia menegaskan pentingnya memperkuat budaya sekolah yang aman melalui kerja sama sekolah, keluarga, masyarakat, dan media serta meningkatkan pengawasan terhadap anak di ruang digital.
Kasus Dugaan Perundungan di SDN Kebondalem Pemalang, Mendikdasmen Sebut Tayangan di Media Turut Jadi Pemicu
[pekok2]