KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Buka Forda, Wawali Salatiga Beri Dua Catatan Penting Dan Meminta Maaf

Buka Forda, Wawali Salatiga Beri Dua Catatan Penting Dan Meminta Maaf

Buka Forda, Wawali Salatiga Beri Dua Catatan Penting Dan Meminta Maaf

Sedikitnya 341 peserta mengikuti Festival Olahraga Rekreasi Daerah (FORDA) Tingkat Kota Salatiga Tahun 2022. Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Wali Kota, Dr. Muh Haris, M.Si, di Halaman Gedung KORPRI, Kridanggo Salatiga, (14/5/22).

Dalam laporannya, Kabid Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Salatiga, Danang Budi Santoso, menyebutkan, FORDA Tahun 2022 ini mempertandingkan lomba Tonnis (tunggal putra, beregu putra dan beregu putri), Line Dance (beregu), Senam Aerobic (beregu) dan Senam Tera (beregu). Dengan tujuan untuk mengisi waktu luang, pemenuhan fungsi sosial, dan untuk memperoleh kesegaran jasmani dengan olahraga yang menyenangkan.

“Maksud dari penyelenggaraan FORDA ini adalah untuk pemasyarakatan, pembudayaan, pelestarian serta mengembangkan olahraga masyarakat sesuai dengan Program Pengembangan Kapasitas Daya Saing Keolahragaan pada Kegiatan Pembinaan dan Pembangunan Olahraga Rekreasi pada sub kegiatan Penyelenggaraan, Pengembangan dan Pemasalan

Danang Budi Santoso saat menyampaikan laporan Forsa

Wakil Wali Kota Salatiga, Muh Haris mengatakan, ada dua catatan terkait kegiatan FORDA Tingkat Kota Salatiga Tahun 2022 tersebut, yang pertama adalah catatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Salatiga yang menembus angka 83,6 poin sehingga menjadikan IPM Kota Salatiga sebagai yang terbaik di Jawa Tengah dan peringkat 7 se-Indonesia. Catatan kedua, adalah Angka Harapan Hidup (AHH) di Kota Salatiga tahun ini mencapai 77 tahun. Dengan olah raga rekreasi dan tetap gembira inilah diantaranya, sehingga IPM dan AHH di Kota Salatiga tercapai.

“Sehat juga harus bugar, sehingga acara seperti ini, yang pertama untuk rekreasi agar kita tetap bergembira. Karena kegembiraan itulah yang menghadirkan kesehatan. Yang ke dua adalah kesehatan yang harus dijaga, sebab kalau badannya sehat akan banyak sumbangsih yang dapat kita berikan untuk pembangunan di Kota Salatiga mulai lingkup paling kecil yakni tingkat RT. Sebab, untuk menjadi apa-apa tidak harus menjadi siapa sebab orang biasa-biasa saja kalau badannya sehat bisa berbuat sesuatu untuk orang lain. Dan yang ke tiga, badan harus selalu bugar agar awet muda,” terang Muh Haris.

Tak lupa, Muh Haris menyampaikan mohon maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan setelah selama 10 tahun menjadi Wakil Wali Kota mendampingi Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, SE, MM.

“Selama 10 tahun bersama-sama membangun Kota Salatiga tercinta ini ada banyak kekurangan dan kekhilafan. Dalam suasana Idul Fitri ini, saya dan Pak Wali Kota mohon maaf yang sebesar-besarnya lahir dan batin,” tutup Muh Haris mengakhiri sambutan dan menandai pembukaan FORDA dengan melepas burung merpati.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]