KAWAN PEMANDU JALAN

Dinkes Jateng Imbau Warga Terapkan PHBS untuk Antisipasi Meningkatnya Kasus COVID-19

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah (Dinkes Jateng) mengambil langkah proaktif menyusul meningkatnya kasus COVID-19. Kepala Dinkes Jateng, Yunita Dyah Suminar, menekankan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam upaya mencegah penyebaran virus. Koordinasi intensif telah dilakukan dengan instansi terkait seperti Dinas Kesehatan kabupaten/kota, Dinas Pendidikan, Dispermades, dan DP3AKB.

15 Orang Positif Covid-19 di Semarang, Walikota Imbau Peningkatan Pelayanan Kesehatan dan Langkah Antisipatif

Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menyerukan peningkatan pelayanan kesehatan dalam menghadapi peningkatan kasus Covid-19 di kota Semarang. Sebanyak 15 orang di Kota Semarang dikonfirmasi positif Covid-19, yang telah aktif berkontak dengan individu yang terpapar sebelumnya

Covid-19 Kembali Merebak, Bupati Semarang: Ayo Pakai Masker Lagi

Kasus Covid-19 kembali mencuat di Indonesia, termasuk Kota Semarang, dengan delapan orang warga dinyatakan positif per Selasa (12/12/2023). Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada dan segera menggunakan masker sebagai langkah antisipatif. Aturan protokol kesehatan seperti menjaga kebersihan dan mencuci tangan kembali ditekankan untuk mencegah penyebaran yang lebih luas.

RSUD Salatiga Siap Tangani Kasus Caleg yang Stres, Gagal Menjadi Wakil Rakyat

RSUD Salatiga telah memperkuat kapasitasnya untuk menangani masalah kejiwaan dalam masyarakat, termasuk kasus stres atau depresi yang mungkin dialami oleh calon legislator yang gagal menjadi wakil rakyat. Dr. Riani Isyana, Direktur RSUD Salatiga, menegaskan bahwa fasilitas tersebut telah dilengkapi dengan dokter spesialis kejiwaan di poli reguler, layanan psikoterapi oleh psikolog, dan bahkan hipnoterapis untuk layanan hipnoterapi.

Pemkot Semarang Berkomitmen Wolbachia sebagai Solusi Pencegahan DBD

Semarang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang memiliki target ambisius untuk menjangkau seluruh wilayah ibu kota Jawa Tengah dengan penyebaran nyamuk ber-Wolbachia pada tahun 2024.

Saat dikonfirmasi media (24/11), Kepala Dinkes Kota Semarang, Abdul Hakam, menyatakan bahwa penentuan anggaran oleh Kementerian Kesehatan akan menjadi penentu kesuksesan rencana tersebut.

Penyebaran Wolbachia Tahap Awal di 12 Kelurahan

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang telah melakukan penyebaran pertama Wolbachia secara serentak di 12 kelurahan di Kecamatan Tembalang pada 8 September 2023. Tindakan serupa dilanjutkan pada 23 Oktober 2023 di 11 kelurahan Kecamatan Banyumanik, serta pada 21 November 2023 di 16 kelurahan Kecamatan Gunungpati.

Tantangan dan Dampak

Meski demikian, Abdul Hakam menekankan bahwa dampak dari pelepasan nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia tidak dapat dirasakan secara langsung. Penurunan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) baru dapat terlihat minimal satu tahun setelah implementasi selesai. Namun, data kasus DBD di beberapa kecamatan menunjukkan penurunan yang positif.

Wolbachia sebagai Upaya Pencegahan DBD

Abdul Hakam menjelaskan bahwa Wolbachia merupakan bakteri yang bertujuan menekan replikasi virus dengue, zika, dan chikungunya dalam tubuh nyamuk Aedes Aegypti. Bakteri ini dapat diturunkan ke generasi berikutnya melalui jalur betina dan hanya hidup di tubuh serangga.

Jaminan Keamanan dan Lingkungan

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menegaskan bahwa Wolbachia aman bagi manusia dan lingkungan. Ia meminta masyarakat untuk tetap melaksanakan Pemeriksaan Jentik Nyamuk (PJN) dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) rumah secara rutin sebagai langkah pencegahan tambahan.

Memasuki Musim Hujan, Wali Kota Semarang Ajak Warga Jaga Kesehatan dan Lakukan Pemberantasan Nyamuk

Dalam menghadapi musim hujan, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kesehatan dan melakukan Pemberantasan Jentik Nyamuk (PJN) serta Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Meski sudah ada program teknologi nyamuk di beberapa kecamatan, imbauan ini menekankan keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan, khususnya lahan kosong dengan genangan air.

Mengatasi Hambatan: Pemkot Semarang Gencar Sosialisasi Nyamuk Wolbachia untuk Menghindari Penolakan

Pemerintah Kota Semarang gencar berusaha menangani masalah Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan strategi utama, yakni implementasi nyamuk be-Wolbachia di beberapa wilayah. Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, aktif melakukan sosialisasi terkait penggunaan nyamuk be-Wolbachia kepada masyarakat. Kota Semarang dipilih sebagai salah satu dari 5 Kabupaten/Kota yang terlibat dalam proyek uji coba Penyelenggaraan Teknologi Nyamuk Aedes Aegypti Ber-Wolbachia, sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/1341/2022.

Distaru Kota Semarang Target Selesaikan RSUD Tipe D Mijen Sebelum Tahun Berakhir

Dalam progres pembangunan RSUD Tipe D Mijen Kota Semarang, per Januari 2024, terungkap bahwa pembangunan telah mencapai 41 persen, melebihi rencana sebesar 18,7 persen pada akhir Oktober lalu. Irwansyah, Kepala Distaru Kota Semarang, memastikan bahwa penyelesaian proyek akan dilakukan pada akhir tahun ini dan diserahterimakan kepada Dinas Kesehatan pada bulan Januari mendatang.

Dalam progres pembangunan RSUD Tipe D Mijen Kota Semarang, per Januari 2024, terungkap bahwa pembangunan telah mencapai 41 persen, melebihi rencana sebesar 18,7 persen pada akhir Oktober lalu. Irwansyah, Kepala Distaru Kota Semarang, memastikan bahwa penyelesaian proyek akan dilakukan pada akhir tahun ini dan diserahterimakan kepada Dinas Kesehatan pada bulan Januari mendatang.

Pemprov Jateng Raih Gelar Terbaik dalam Program TBC 2023

Pemprov Jateng meraih gelar terbaik dalam implementasi Program Tuberkulosis (TBC) tahun 2023. Prestasi ini mencerminkan kinerja Provinsi Jawa Tengah yang secara aktif terlibat dalam mendeteksi kasus TBC baru dan melibatkan fasilitas kesehatan swasta. Sugeng Rianto, Pengelola Program TBC Dinkes Jateng, mengungkapkan bahwa penghargaan ini diraih dalam acara Program Tuberkulosis 2023 di Surabaya pada 7-10 November 2023.