KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Dinkes Jateng Imbau Warga Terapkan PHBS untuk Antisipasi Meningkatnya Kasus COVID-19

Dinkes Jateng Imbau Warga Terapkan PHBS untuk Antisipasi Meningkatnya Kasus COVID-19

Dinkes Jateng Imbau Warga Terapkan PHBS untuk Antisipasi Meningkatnya Kasus COVID-19

Foto: Dok./IST
Kepala DInas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yunita Dyah Suminar

Semarang – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mengeluarkan imbauan kepada warga untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) guna mengantisipasi penyebaran COVID-19 yang kembali meningkat.

Saat ditemui media, Rabu (13/12),  Kepala Dinkes Jateng, Yunita Dyah Suminar, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan kabupaten/kota, Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades), serta Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) melalui pertemuan virtual sebelumnya.

Yunita Dyah Suminar menekankan bahwa Dinkes Jateng telah mengeluarkan surat edaran dari Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah sebagai langkah antisipasi terkait peningkatan kasus COVID-19. Meskipun varian baru yang berkembang memiliki tingkat hospitabilitas rendah, dirinya mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga perilaku hidup bersih dan sehat sebagai langkah preventif.

Pentingnya Masker dan PHBS

Dalam upayanya menghindari penyebaran COVID-19, Yunita Dyah Suminar menyoroti pentingnya penggunaan masker secara bertanggung jawab. Menurutnya, menjaga kebersihan seperti cuci tangan dengan sabun juga harus ditekankan, khususnya bagi mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Saat ini, Jawa Tengah mencatat empat orang positif COVID-19 dalam kondisi baik, namun varian belum dapat dipastikan.

Yunita Dyah Suminar menekankan kepada masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik menghadapi situasi ini. Meskipun terdapat kasus positif, koordinasi dan antisipasi terus dilakukan oleh Dinkes Jateng untuk menjaga situasi agar tidak semakin meruncing.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Persoalan pengelolaan dan lelang tanah Bondo Deso di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berujung pada pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Pengaduan diajukan terkait masuknya tanah bengkok Kepala Dusun Borangan Heny Affandi dalam daftar lelang. Kedua pihak menyatakan siap memberikan keterangan dan dokumen kepada aparat penegak hukum.
Polemik Tanah Bondo Deso, Kadus Borangan, Mulai Babak Baru. Seperti apa?
Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemkab Semarang memperpanjang jatuh tempo pembayaran PBB-P2 hingga 31 Oktober 2026. Wajib pajak yang membayar sampai batas waktu tersebut tidak dikenai sanksi administrasi keterlambatan sebesar 1 persen. Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung kesehatan fiskal dan likuiditas keuangan daerah.
Bayar PBB-P2 Sebelum 31 Oktober, Warga Kabupaten Semarang Bebas Denda
[pekok2]