URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sebanyak 4.000 pelari mengikuti Rupiah Borobudur Playon 2026 di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (5/7/2026). Bank Indonesia Jawa Tengah bersama pemerintah daerah menggelar lomba 5K dan 10K untuk menggerakkan sport tourism, UMKM, edukasi rupiah, serta pengendalian inflasi, sekaligus menyalurkan lebih dari Rp600 juta dana pendaftaran bagi pengelolaan sampah di 10 desa sekitar Borobudur.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Semangat Sport Tourism, Ribuan Pelari Ramaikan Rupiah Borobudur Playon 2026

Semangat Sport Tourism, Ribuan Pelari Ramaikan Rupiah Borobudur Playon 2026

Semangat Sport Tourism, Ribuan Pelari Ramaikan Rupiah Borobudur Playon 2026

Sekda Provinsi Jawa Tengah Soemarno, Bersama Kepala Bank Indonesia perwakilan Jawa Tengah
Sekda Provinsi Jawa Tengah Soemarno, Bersama Kepala Bank Indonesia perwakilan Jawa Tengah
featured-img

MAGELANG – Sebanyak 4.000 pelari dari berbagai daerah mengikuti Rupiah Borobudur Playon 2026 yang digelar di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (5/7/2026). Ajang lari yang memasuki penyelenggaraan keempat ini menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan sport tourism, pemberdayaan UMKM, hingga aksi sosial dan pelestarian lingkungan.

Kegiatan yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Magelang itu secara resmi dibuka melalui flag off oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Mohamad Noor Nugroho.

Para peserta mengikuti dua kategori lomba, yakni 5 kilometer (5K) dan 10 kilometer (10K), dengan rute yang melintasi kawasan Borobudur. Selain menghadirkan pengalaman berlari dengan latar salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia, event tersebut juga menjadi sarana menggerakkan ekonomi masyarakat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Mohamad Noor Nugroho, mengatakan jumlah peserta tahun ini meningkat signifikan dibanding penyelenggaraan perdana pada 2023 yang hanya diikuti sekitar 2.000 pelari. Menurutnya, peningkatan tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat yang terus tumbuh sehingga Rupiah Borobudur Playon kini telah menjadi bagian dari Calendar of Event Jawa Tengah.

“Ini merupakan penyelenggaraan keempat Rupiah Borobudur Playon. Kami berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Magelang atas dukungannya sehingga kegiatan ini dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari kalender event provinsi,” kata Noor.

Ia menjelaskan, konsep Rupiah Borobudur Playon tidak hanya menghadirkan kompetisi olahraga, tetapi juga dirancang memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Karena itu, berbagai program pemberdayaan ekonomi, edukasi, hingga kegiatan sosial turut dihadirkan dalam rangkaian acara.

Puluhan stan UMKM binaan Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meramaikan area kegiatan. Kehadiran ribuan peserta dan pengunjung dimanfaatkan pelaku usaha untuk memasarkan berbagai produk unggulan lokal, mulai dari kuliner, fesyen, hingga kerajinan.

Bank Indonesia juga menghadirkan edukasi mengenai Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, perlindungan konsumen, serta literasi pengendalian inflasi. Dalam rangka mendukung Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan, BI menggelar operasi pasar yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, bawang merah, cabai, dan komoditas lainnya dengan harga terjangkau. Masyarakat juga diperkenalkan dengan pangan alternatif, seperti sorgum dan mocaf, sebagai bagian dari upaya diversifikasi konsumsi.

“Kami ingin masyarakat memperoleh manfaat lebih dari sebuah event olahraga, mulai dari edukasi, dukungan terhadap UMKM, hingga partisipasi menjaga stabilitas harga pangan,” ujar Noor.

 

start jam 05.30 ribuan pelari ikuti Rupiah Borobudur Playon 2026

Selain memberi dampak ekonomi, Rupiah Borobudur Playon 2026 juga mengusung misi sosial. Seluruh dana pendaftaran peserta yang terkumpul, mencapai lebih dari Rp600 juta, akan disalurkan kepada 10 desa di sekitar Borobudur untuk mendukung program pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

“Kami mengapresiasi seluruh peserta yang telah berpartisipasi. Dana yang terkumpul akan dimanfaatkan untuk membantu masyarakat di kawasan Borobudur melalui program pengelolaan sampah,” katanya.

Noor menambahkan, penyelenggaraan Rupiah Borobudur Playon akan terus dikembangkan pada tahun-tahun mendatang. Namun, penambahan jumlah peserta akan tetap mempertimbangkan kapasitas lintasan, aspek keselamatan, dan kenyamanan pelari.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menilai event tersebut menjadi salah satu penggerak utama sport tourism di Jawa Tengah. Menurutnya, kehadiran ribuan peserta memberikan dampak langsung terhadap sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

“Peserta yang datang akan menginap, menikmati kuliner, berbelanja, hingga membeli produk UMKM. Dampak ekonominya sangat dirasakan oleh masyarakat sekitar,” ujar Sumarno.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, lanjutnya, akan terus mendorong penyelenggaraan event olahraga di berbagai destinasi unggulan, seperti Dieng, Geopark Kebumen, kawasan Merapi-Merbabu, Muria, Tahura KGPAA Mangkunegara I, hingga Kebun Raya Baturraden, sebagai bagian dari strategi memperkuat sektor pariwisata sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Dengan jumlah peserta yang terus meningkat setiap tahun dan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat, Rupiah Borobudur Playon kian mengukuhkan posisinya sebagai salah satu agenda sport tourism unggulan di Jawa Tengah yang memadukan olahraga, pariwisata, pemberdayaan ekonomi, dan aksi sosial.

BACA JUGA :

Hari Jadi ke-81 Jateng Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Menurun
Hari Jadi ke-81 Jateng: Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Menurun
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi Kepala SPPG Jati, Karanganyar, yang mencicipi menu MBG setelah tim dapur melaporkan aroma mencurigakan, Rabu (12/8/2026). Tindakan itu dilakukan untuk memastikan keamanan makanan sebelum didistribusikan. Pemprov Jateng menilai kejadian tersebut menjadi evaluasi untuk memperketat pengawasan kualitas program MBG.
Taj Yasin Apresiasi Kepala SPPG yang Cicipi Menu MBG Sebelum Dibagikan
Bank Indonesia mencatat pengguna QRIS di Jawa Tengah mencapai 9,08 juta hingga Juni 2026, menempatkan Jateng sebagai provinsi dengan jumlah pengguna terbesar ketiga secara nasional. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya penerimaan pembayaran digital, sementara jumlah merchant QRIS mencapai 4,52 juta dan menjadi yang terbesar keempat secara nasional.
Pengguna QRIS di Jateng Tembus 9,08 Juta, Terbesar Ketiga Nasional
Bank Indonesia Jawa Tengah mewaspadai dampak kekeringan pada semester II 2026 terhadap produksi pangan dan stabilitas harga. Dalam Media Briefing di Pekalongan, Kamis (13/8/2026), BI mencatat Jawa Tengah mengalami deflasi 0,13 persen pada Juli dengan inflasi tahunan sekitar 2,6 persen, namun tetap mengantisipasi gejolak harga komoditas pangan.
BI Jateng Waspadai Dampak Kekeringan, Pengendalian Inflasi Diperkuat
Muat Lebih

INFOGRAFIS

TERKINI

PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menyalurkan bantuan peralatan kesehatan kepada Posyandu Plamboyan RW 3, Purwoyoso, Ngaliyan, serta karpet untuk Masjid Al Ghaffar di Manyaran, Semarang, pada 13 Agustus 2026. Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung pelayanan kesehatan dan aktivitas ibadah masyarakat di sekitar wilayah operasional jalan tol serta memperkuat hubungan dengan warga.
Bantuan JTT Menyasar Posyandu dan Masjid di Semarang
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menyalurkan bantuan peralatan kesehatan kepada Posyandu Plamboyan RW 3, Purwoyoso, Ngaliyan, serta karpet untuk Masjid Al Ghaffar di Manyaran, Semarang, pada 13 Agustus...
Hari Jadi ke-81 Jateng Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Menurun
Hari Jadi ke-81 Jateng: Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Menurun
Jawa Tengah memasuki usia ke-81 dengan pertumbuhan ekonomi kumulatif 5,80 persen pada Semester I-2026, melampaui pertumbuhan nasional. Bersamaan dengan itu, kemiskinan turun menjadi 9,21 persen dan investasi...
Cemburu Buta, Seorang Pemuda Asal Bawen Dihajar Pakai Knalpot
Cemburu Buta, Seorang Pemuda Asal Bawen Dihajar Pakai Knalpot
Aldi Fernando (21), warga Desa Berokan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, diduga mengalami penganiayaan dua kali pada awal dan 7 Agustus 2026. Polisi telah meminta keterangan korban dan sejumlah saksi...
Kebakaran Rumah di Kedungringin Suruh, Satu Orang Meninggal Terjebak Kobaran Api
Kebakaran Rumah di Kedungringin Suruh, Satu Orang Meninggal Terjebak Kobaran Api
Kebakaran menghanguskan rumah milik Rohmat Salam di Desa Kedungringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Jumat (14/8/2026) malam. Pemilik rumah meninggal dunia setelah terjebak saat api membesar. Damkar...
Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Mahasiswa Fakultas Psikologi UKSW, Kanaya Abigail, mengampanyekan 17 SDGs kepada siswa usia 6–18 tahun di tiga sekolah Slovakia melalui program Global Volunteer AIESEC. Ia menggunakan permainan dan diskusi...

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Seorang pelajar kelas 10 SMK Bakti Nusantara berinisial KM (16) ditilang Satlantas Polres Salatiga karena mengendarai sepeda motor dengan knalpot tidak sesuai spesifikasi di pertigaan Cebongan, Selasa (11/8/2026). Polisi menilai suara knalpot brong mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Selain penindakan, Kasat Lantas AKP Henry Sulistyanta memberikan edukasi agar pelajar tidak menggunakan knalpot yang menimbulkan kebisingan.
Tertangkap Basah Gunakan Knalpot Brong di Pertigaan Cebongan, Siswa SMA di Salatiga Tertunduk Lesu

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved