URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kasus Covid-19 kembali mencuat di Indonesia, termasuk Kota Semarang, dengan delapan orang warga dinyatakan positif per Selasa (12/12/2023). Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada dan segera menggunakan masker sebagai langkah antisipatif. Aturan protokol kesehatan seperti menjaga kebersihan dan mencuci tangan kembali ditekankan untuk mencegah penyebaran yang lebih luas.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Covid-19 Kembali Merebak, Bupati Semarang: Ayo Pakai Masker Lagi

Covid-19 Kembali Merebak, Bupati Semarang: Ayo Pakai Masker Lagi

Covid-19 Kembali Merebak, Bupati Semarang: Ayo Pakai Masker Lagi

Bupati Semarang Ngesti Nugraha. Foto: win
Bupati Semarang Ngesti Nugraha. Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Kasus Covid-19 kembali merebak di Indonesia dan beberapa negara lain seperti Singapura dan Malaysia belakangan ini. Per Selasa (12/12/2023), delapan orang warga Kota Semarang dinyatakan positif Covid-19.

Meskipun demikian, hingga kini untuk wilayah yang berbatasan langsung seperti Kabupaten Semarang belum ada laporan mengenai warga yang positif Covid-19.

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengimbau masyarakat untuk waspada dan secepatnya mengenakan masker.

“Kita minta dalam waktu yang secepatnya juga memakai masker dulu untuk antisipasi jangan sampai (Covid-19) menular lagi,” ujar Ngesti.

Sejumlah aturan protokol kesehatan (prokes) seperti menjaga kebersihan, mencuci tangan dan lain-lain juga diminta untuk diterapkan kembali. Sebab, jika Covid-19 kembali menyebar semakin luas, Ngesti berpendapat bahwa dampaknya akan lebih buruk seperti yang sudah terjadi pada pandemi sebelumnya.

“Dampaknya baik di ekonomi, sosial, kesehatan dan lain-lainnya. Maka kita harus antisipasi bersama, sedia payung sebelum hujan,” jelasnya.

Terkait langkah dan upaya dari Pemkab Semarang, Ngesti menegaskan bahwa pihaknya akan segera menggelar rapat dengan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) dan dinas kesehatan untuk menyiapkan langkah antisipasi.

“Kita tetap siaga untuk antisipasi kemungkinan terburuk, yakni lonjakan kasus Covid-19,” sambungnya. (win)

BACA JUGA :

Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Semarang telah menjangkau 697.318 warga atau sekitar 63 persen dari total sasaran hingga 13 Agustus 2026. Pemeriksaan yang berlangsung di 26 Puskesmas tersebut setara 116,6 persen dari target tahunan dan mencakup bayi, anak, remaja, dewasa, hingga lansia.
Lampaui Target, Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Semarang Jangkau 697 Ribu Warga
Dinsos Kabupaten Semarang Salurkan 15 Kaki Palsu, Enam Penerima Tambahan Disiapkan
Dinsos Kabupaten Semarang Salurkan 15 Kaki Palsu, Enam Penerima Tambahan Disiapkan
Musim kemarau menyebabkan tanaman padi berusia sekitar 20 hari setelah semai di Dusun Pluwang, Desa Wringin Putih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, mati akibat pasokan irigasi tidak mencukupi. Kondisi ini membuat petani penggarap mengalami kerugian jutaan rupiah setelah sebelumnya menghadapi gagal panen akibat serangan hama tikus pada musim tanam sebelumnya.
Kemarau Bikin Sawah Mengering, Petani Wringin Putih Tekor Jutaan Rupiah

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara